Inovasi Peneliti Unisma: Daun Kelor dan Enzim NSP Jadi Pakan Puyuh Murah Berkualitas

Editor

Dede Nana

23 - Jan - 2026, 06:11

Dua peneliti Unisma, Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P. dan Ir. Brahmadhita PM, S.Pt., M.Si., IPP., menghadirkan formulasi pakan puyuh berbasis daun kelor yang dikombinasikan dengan enzim Non-Starch Polysaccharide atau NSP (ist)

JATIMTIMES - Inovasi di bidang pakan ternak kembali lahir dari lingkungan akademik Universitas Islam Malang (Unisma). Dua penelitinya, Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P. dan Ir. Brahmadhita PM, S.Pt., M.Si., IPP., menghadirkan formulasi pakan puyuh berbasis daun kelor yang dikombinasikan dengan enzim Non-Starch Polysaccharide atau NSP. Riset ini menawarkan pendekatan baru dalam menyiasati tingginya harga pakan komersial tanpa menurunkan performa ternak.

Dr. Umi Kalsum menjelaskan bahwa daun kelor memiliki potensi besar sebagai bahan pakan lokal, namun selama ini pemanfaatannya belum maksimal karena kandungan seratnya cukup tinggi. “Daun kelor sebenarnya kaya nutrisi, tetapi kendalanya ada pada serat dan polisakarida non-pati yang sulit dicerna ternak,” ujarnya. Karena itu, penambahan enzim NSP menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi.

Baca Juga : Kesempatan Langka! ITS Resmi Buka Beasiswa Angka Nitisastro 2026, Dapat Uang Kuliah S2-S3 dan Biaya Hidup

Enzim NSP bekerja dengan memecah serat kasar dan polisakarida non-pati sehingga zat gizi dalam daun kelor lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan puyuh. Ir. Brahmadhita PM menegaskan bahwa pendekatan ini mampu mengubah pakan berprotein rendah menjadi lebih efisien secara biologis. 

“Dengan bantuan enzim, pakan yang secara komposisi sederhana bisa tetap mendukung produktivitas puyuh secara optimal,” katanya.

Dari sisi ekonomi, hasil penelitian ini dinilai sangat menjanjikan. Formulasi pakan berbasis daun kelor terbukti lebih murah dibandingkan pakan basal komersial yang selama ini menjadi beban utama biaya produksi peternak. Meski demikian, performa puyuh yang diberi pakan alternatif ini tetap stabil dan kualitasnya tidak kalah. 

“Tujuan kami adalah menekan biaya tanpa mengorbankan hasil, dan itu terbukti dalam penelitian ini,” ujar Brahmadhita.

Selain efisiensi biaya dan produktivitas, aspek kesehatan ternak juga menjadi perhatian. Kandungan nutrisi alami serta senyawa fitobiotik dalam daun kelor berperan sebagai imunomodulator yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh puyuh. 

Baca Juga : Al Malhamah Kubra, Perang Besar Akhir Zaman Benarkah Sudah di Ambang Pintu

“Kondisi ternak yang lebih sehat otomatis menurunkan risiko kematian dan menjaga kesinambungan produksi,” tambah Umi Kalsum.

Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan pakan lokal dan teknologi enzim dapat menjadi solusi realistis bagi peternak rakyat. Inovasi dari peneliti Unisma ini tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi juga membuka peluang penerapan luas di lapangan. Biaya produksi lebih ringan, performa ternak tetap terjaga, dan kesehatan puyuh tidak dikorbankan. Sebuah riset yang praktis, relevan, dan berpihak pada kebutuhan peternak masa kini.