JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana akan menggabungkan SDN 3 Toyomarto dengan SDN lainnya di sekitar lokasi untuk mengatasi permasalahan jumlah murid yang minim. Pasalnya, di SDN 3 Toyomarto yang terletak di Kecamatan Singosari ini hanya memiliki 46 siswa dari kelas satu sampai enam.
Bupati Malang HM. Sanusi telah melakukan kunjungan langsung ke SDN 3 Toyomarto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan beserta jajaran untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran di SDN 3 Toyomarto.
Baca Juga : Wali Kota Wahyu Segera Revitalisasi Kawasan Splendid–Pasar Burung Malang Berbasis Heritage
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, bahwa Pemkab Malang melalui perangkat daerah terkait akan memberikan perhatian serius terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Malang yang memiliki murid kurang dari 60 anak dari kelas satu sampai enam atau setiap kelasnya memiliki murid kurang dari 20 anak. "Sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 anak akan segera dilakukan penggabungan atau merger dengan sekolah terdekat," ujar Sanusi.
Menurut Sanusi, rencana penggabungan SDN 3 Toyomarto dengan sekolah dasar yang terdekat merupakan upaya dari Pemkab Malang dalam rangka efisiensi serta peningkatan mutu layanan pendidikan agar semakin optimal dan maksimal.
"Kebijakan merger tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian teknis dan sosial yang matang, dengan mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima," jelas Sanusi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan menambahkan, bahwa secara letak geografis, SDN 3 Toyomarto berada jauh dari beberapa desa. Sehingga untuk penggabungan atau merger dengan sekolah lain perlu adanya kajian yang matang.
Bagus juga menyebut, bahwa Bupati Malang HM. Sanusi telah berkenan untuk melakukan evaluasi terkait kebutuhan sarana prasarana penunjang yang bisa diberikan untuk mendukung proses pembelajaran di SDN 3 Toyomarto.
Baca Juga : Guru SD Lecehkan Siswa di Tangsel, Fakta Mengejutkan Terungkap: Bukan Kasus Pertama
"Mungkin nanti ke depan kami juga akan komunikasi lebih lanjut dengan pihak sekolah, dengan teman-teman pengawas, kira-kira bagaimana terkait permasalahan jarak tempuh dengan desa sekitar itu seperti apa solusinya. Apakah mungkin ada transportasi dan lain sebagainya. Tetapi itu masih nanti. Akan kami evaluasi dulu lebih lanjut," jelas Bagus.
Lebih lanjut, disinggung mengenai jumlah sekolah yang rencananya akan digabung pada tahun 2026 ini Bagus tidsk menyebutkan angka pasti. Namun yang jelas, pihaknya akan melakukan evaluasi secara bertahap terkait kondisi sekolah. Mulai dari jumlah murid, ketersediaan sarana prasana pendukung proses pembelajaran, serta letak geografis sekolah tersebut.
