Jalur Artikel Ilmiah, Cara Sasing UIN Malang Mengasah Mental Riset Mahasiswa

Editor

Yunan Helmy

22 - Jan - 2026, 03:36

Sosialisasi Prodi Sasing UIN Maliki Malang agar mahasiswa mengambil jalur publikasi artikel untuk kelulusan. (ist)

JATIMTIMES - Menjadikan artikel jurnal ilmiah sebagai tiket kelulusan bukan lagi wacana pinggiran. Di Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, skema tugas akhir pengganti skripsi ini justru dibaca sebagai lompatan serius menuju budaya riset yang lebih matang dan berkelas global.

Ketua Program Studi Sastra Inggris (Sasing)  Agwin Degaf menyebut mekanisme ini bukan sekadar alternatif administratif, melainkan arena uji mental dan intelektual mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan studi, tetapi juga diuji kesiapan mereka masuk ke ekosistem publikasi ilmiah yang sesungguhnya.

Baca Juga : Aroma Dugaan Korupsi Menyeruak di UIN KHAS Jember, Beasiswa KIP-K Dipotong Rp 1,5 Juta Per Mahasiswa

“Ini bukan jalur instan. Mahasiswa didorong berpikir sebagai peneliti sejak awal, dari merancang riset sampai berhadapan dengan standar jurnal nasional dan internasional,” ujarnya dalam sosialisasi daring tugas akhir pengganti skripsi belum lama ini.

Agwin menegaskan, jalur artikel jurnal dirancang untuk membangun portofolio akademik yang relevan dengan kebutuhan global. Lulusan Sastra Inggris diharapkan tak hanya unggul dalam kompetensi bahasa, tetapi juga punya rekam jejak riset yang dapat diverifikasi secara ilmiah.

“Kami ingin mahasiswa Sasing dikenal bukan hanya sebagai pengguna bahasa Inggris yang baik, tetapi juga produsen pengetahuan yang diakui,” katanya.

Namun, label jalur unggulan ini datang bersama standar yang tidak main-main. Mahasiswa yang ingin mendaftar harus minimal berada di semester enam, mengantongi IPK sekurang-kurangnya 3,00, serta telah menempuh sedikitnya 80 SKS. Mata kuliah metodologi penelitian juga wajib lulus tanpa nilai D atau E.

Aturan mainnya pun tegas. Pertama, larangan mutlak penggunaan AI generatif dalam penulisan substansi artikel demi menjaga keaslian gagasan. Kedua, artikel wajib ditulis dalam bahasa Inggris akademik dengan fokus kajian linguistik, sastra, atau budaya. Ketiga, target publikasi diarahkan ke jurnal bereputasi, mulai dari SINTA 2 dan SINTA 3 hingga jurnal internasional bereputasi seperti Scopus.

Baca Juga : Ingin Kuliah Gratis di Brunei Darussalam? Ini 5 Kampus yang Buka Beasiswa Penuh untuk WNI

Pendaftaran dibuka mulai 21 Januari hingga 20 Februari 2026. Tahapan awal dimulai dari seleksi proposal oleh tim ahli. Mahasiswa yang lolos akan mendapat pendampingan intensif dosen pembimbing, dengan kewajiban bimbingan minimal tujuh kali.

Dalam skema ini, mahasiswa ditempatkan sebagai penulis pertama, memberi mereka pengakuan penuh atas karya ilmiah yang dihasilkan. Proses riset hingga pengiriman artikel ke jurnal ditargetkan rampung paling lambat Desember 2026.

Melalui kebijakan ini, Program Studi Sastra Inggris menegaskan arah barunya. Bukan sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi mencetak lulusan dengan daya tawar akademik tinggi, siap bersaing di dunia profesional dan riset, serta ikut menguatkan posisi fakultas dalam peta publikasi ilmiah global.