Usai Drainase Rampung, Trotoar Suhat Bakal Cantik dan Bebas Parkir Liar

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

22 - Jan - 2026, 01:39

Drainase dan trotoar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta yang terus dikerjakan. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan wajah baru kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) tak berhenti pada pembangunan drainase semata. Setelah proyek drainase tuntas, trotoar di kawasan tersebut  segera dibangun dengan konsep yang lebih estetis, ramah pejalan kaki, sekaligus steril dari parkir liar.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan bahwa pembangunan trotoar Suhat sudah dirancang satu paket dengan proyek drainase. Bahkan, anggaran pembangunan trotoar tersebut telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga : Guru SD Lecehkan Siswa di Tangsel, Fakta Mengejutkan Terungkap: Bukan Kasus Pertama

"Anggarannya sudah disiapkan provinsi. Tinggal pelaksanaannya. Rencana dimulai tahun ini, mungkin setelah Lebaran," ucapnya, Kamis (22/1/2026).

Ali menjelaskan, trotoar Suhat nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga akan dipercantik dengan desain yang nyaman dan menarik. Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Tak hanya itu. Pemkot Malang juga memastikan trotoar akan ditata secara tegas agar terbebas dari parkir liar, lapak pedagang kaki lima, hingga pemasangan banner di tepi jalan yang kerap mengganggu fungsi trotoar.

"Jadi, nanti trotoar akan dipercantik untuk pejalan kaki. Setelah itu semua akan lebih ditertibkan baik parkir, stand stand maupun banner banner," ungkapnya.

Untuk mencegah munculnya persoalan baru, Ali mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait agar melakukan sosialisasi sejak dini kepada para pedagang dan pelaku usaha di sekitar Suhat. Langkah ini dinilai penting agar penataan berjalan tertib dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

"Kami sudah minta Satpol PP, Dishub dan jajaran terkait untuk sosialisasi awal ke pedagang sekitar. Karena kalau tidak, itu berpotensi bisa menjadi lahan parkir baru," ucapnya.

Baca Juga : Kronologi Retaknya Hubungan Bupati dan Wabup Jember hingga Gugatan Rp 25,5 Miliar

Lebih lanjut, Ali menyampaikan bahwa konsep pembangunan trotoar Suhat merupakan hasil koordinasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Malang. Konsep tersebut juga sejalan dengan arahan langsung gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur yang menekankan agar trotoar benar-benar difungsikan sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki, bukan sebagai area parkir.

"Perintah gubernur dan wagub, itu benar benar menjadi fasilitas umum. Evaluasinya kan kemarin agar tak menjadi tempat parkir. Jadi, semua difokuskan untuk pejalan kaki," ujar Ali.