Kisah Nyata yang Mengguncang: Broken Strings Aurelie Moeremans Ramai Dicari, Ini Link Bacanya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
10 - Jan - 2026, 07:35
JATIMTIMES - Buku memoar milik Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Karya tersebut bahkan sempat trending di platform X (sebelumnya Twitter) pada Sabtu, (10/1/2026), karena mengangkat kisah masa lalu Aurelie yang penuh luka dan pergulatan emosional.
Buku ini merupakan memoar nonfiksi yang memuat pengalaman pribadi Aurelie dalam fase hidup yang paling rapuh. Ditulis dengan gaya jujur dan apa adanya, Broken Strings menghadirkan kisah yang tidak disaring, tanpa romantisasi, dan tanpa upaya memperhalus kenyataan pahit yang pernah ia alami.
Baca Juga : Bathoro Katong: Darah Majapahit, Mandat Demak, dan Perebutan Kekuasaan di Ponorogo
Menariknya, Aurelie merilis buku ini secara mandiri pada 10 Oktober 2025 tanpa melibatkan penerbit maupun editor profesional. Ia juga memilih untuk tidak menjual bukunya, melainkan membagikannya secara gratis agar bisa diakses oleh siapa pun yang ingin membaca dan memahami kisahnya.
Aurelie menyediakan dua versi bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang bisa diunduh atau dibaca melalui tautan resmi yang ia bagikan.
Tentang Buku Broken Strings
Dalam versi Bahasa Indonesia, buku ini diberi judul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah. Isinya terdiri dari 24 bab yang menyusun potongan-potongan pengalaman Aurelie sejak remaja hingga prosesnya berdamai dengan trauma.
Fokus utama buku ini adalah pengalaman Aurelie sebagai korban child grooming, yaitu bentuk manipulasi dan eksploitasi emosional terhadap anak atau remaja. Saat itu, Aurelie yang masih berusia sekitar 15 tahun berkenalan dengan seorang pria yang jauh lebih tua, sekitar 30-an tahun, yang dalam buku ini disamarkan dengan nama Bobby.
Dalam bagian pembuka, Aurelie menegaskan bahwa cerita yang ia tulis tidak dimanipulasi atau dibuat dramatis. Ia memilih menyajikannya sebagaimana yang ia ingat mentah, jujur, dan apa adanya.
“Tidak semua kisah dimulai dengan ‘pada suatu waktu’. Sebagian kisah dimulai saat tak ada seorang pun yang melihat. Ketika seorang gadis terlalu muda untuk mengerti apa yang sedang terjadi,” tulis Aurelie dalam prolog bukunya.
Ia juga menegaskan bahwa memoar ini sepenuhnya berdasarkan ingatan dan pengalaman pribadinya.
Isi Cerita Broken Strings
Aurelie mengisahkan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Bobby di sebuah lokasi syuting iklan. Pada awalnya, Bobby tampil sebagai sosok yang perhatian dan peduli. Namun, seiring waktu, sikap itu berubah menjadi bentuk kontrol, manipulasi, dan tekanan emosional.
Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi relasi yang tidak sehat, penuh kekerasan emosional, psikologis, hingga fisik, yang secara perlahan merenggut masa muda Aurelie. Dalam bukunya, pembaca diajak masuk ke dalam ketakutan, kebingungan, dan konflik batin yang ia alami sebagai seorang remaja yang terjebak dalam hubungan berbahaya.
Namun Broken Strings tidak hanya bercerita tentang luka. Buku ini juga menampilkan perjalanan Aurelie dalam membangun kembali dirinya, menemukan keberanian untuk bersuara, serta proses berdamai dengan masa lalu. Dukungan keluarga dan lingkungan terdekat menjadi bagian penting dalam kebangkitannya.
Baca Juga : Bule Barbie Bagikan Motivasi ke Siswa: Jangan Takut Jadi Content Creator
Sejak dirilis, buku ini menuai banyak respons positif. Banyak pembaca dan sesama publik figur menyampaikan dukungan, serta mengaku merasa terwakili oleh kisah yang dituliskan Aurelie. Broken Strings pun dinilai sebagai pengingat penting tentang bahaya grooming, kekerasan dalam relasi, dan pentingnya melindungi remaja dari manipulasi orang dewasa.
Link Baca Gratis Broken Strings Aurelie Moeremans
Aurelie Moeremans membagikan bukunya secara gratis melalui tautan resmi yang tersedia di akun Instagram miliknya. Berikut link untuk membaca dan mengunduh bukunya:
Versi Bahasa Indonesia
https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view?usp=drivesdk
Versi Bahasa Inggris
https://drive.google.com/file/d/10i1Sicmhm43miVZGcFkg7ABsXCXxc8-Y/view?usp=drivesdk
Dengan membagikan kisahnya secara terbuka, Aurelie berharap memoar ini bisa menjadi suara bagi mereka yang pernah mengalami hal serupa serta menjadi pengingat bahwa setiap korban berhak untuk didengar dan pulih.
