Lapas Banyuwangi Tumbuhkembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Budidaya Anggrek
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
10 - Jan - 2026, 05:09
JATIMTIMES - Dalam upaya menumbuhkembangkan kemandirian warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus melakukan terobosan dan inovasi dalam membekali para warga binaan pasca menuntaskan pidana dengan keterampilan produktif.
Inovasi terbaru yang dilakukan Lapas Banyuwangi adalah meluncurkan program pembinaan kemandirian berbasis lingkungan melalui pengembangan konservasi tanaman hias dan budidaya ikan.
Baca Juga : Kalender Jawa Sabtu Pahing 10 Januari 2026: Awas! Tak Semua Saran Baik untuk Diri Sendiri
Menurut Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, program yang dilaksanakan salah satunya bertujuan untuk membentuk jiwa kemandirian narapidana agar memiliki keahlian yang mumpuni sebelum kembali ke masyarakat.
Salah satu sektor unggulan yang dikembangkan adalah pembibitan tanaman anggrek dan berbagai jenis tanaman hias yang lain.
“Kami memberikan ilmu kepada warga binaan agar mereka mampu memelihara tumbuh-tumbuhan ini hingga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Wayan dalam keterangan resminya, Sabtu (10/01/2026).
Selain sektor flora, Lapas Banyuwangi juga mengintegrasikan program pembinaan ini dengan sektor perikanan. Warga binaan diajarkan teknik budidaya berbagai jenis ikan, mulai dari ikan hias hingga ikan konsumsi.
Melalui penerapan teknik yang tepat, diharapkan hasil panen yang didapatkan memenuhi standar kesehatan dan kesegaran pasar.
Lebih lanjut, Wayan menjelaskan program yang dilaksanakan tidak hanya berhenti pada tahap edukasi, tetapi juga diarahkan pada sektor komersial.
Baca Juga : Rezeki atau Ujian? Ini Ramalan Keuangan Semua Zodiak 10 Januari 2026
Hasil dari budidaya tanaman dan budidaya ikan yang dihasilkan para warga binaan nantinya akan dipasarkan secara luas kepada masyarakat umum.
“Tujuan keduanya tentu untuk memberikan manfaat ekonomi. Hasil pembinaan ini akan kami jual kepada masyarakat, sehingga Lapas Banyuwangi benar-benar menjadi tempat yang produktif,” imbuhnya.
Program ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam sistem pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan keterampilan.
Dengan bekal keahlian di bidang agribisnis dan perikanan, warga binaan diharapkan mampu membuka peluang usaha mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
