Trump Beri Sinyal Perang Iran Segera Usai, Klaim Kekuatan Militer Iran Lumpuh
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
10 - Mar - 2026, 12:24
JATIMTIMES - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Ia bahkan menilai operasi militer yang sedang berjalan telah mencapai hasil yang signifikan.
Dilansir dari Reuters, Selasa (10/3/2026), Trump menyampaikan pandangannya tersebut saat melakukan wawancara melalui telepon dengan CBS News pada Senin (9/3/2026) waktu setempat.
Baca Juga : Dua Warga Jatibanteng Situbondo Diduga Hanyut Terbawa Arus Banjir
Dalam wawancara itu, Trump mengatakan bahwa konflik yang terjadi saat ini hampir mencapai titik akhir.
“Saya rasa perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya selesai,” ujar Trump saat berbicara dari klub golf miliknya di Doral, Florida.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut memicu eskalasi konflik di wilayah tersebut dan menjadi sorotan dunia internasional.
Trump mengklaim bahwa kekuatan militer Iran mengalami kerusakan besar akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat.
Menurutnya, sejumlah kemampuan militer Iran telah melemah, mulai dari angkatan laut hingga sistem persenjataan lainnya.
“Mereka tidak memiliki angkatan laut, komunikasi mereka terganggu, angkatan udara juga tidak ada. Rudal yang tersisa hanya sedikit, dan drone mereka telah dihancurkan, termasuk fasilitas produksinya,” kata Trump.
Sebelumnya, militer Amerika Serikat menyatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran selama pekan pertama operasi militer. Operasi tersebut dikenal dengan nama “Operation Epic Fury”.
Trump menyebut serangan tersebut membuat kemampuan militer Iran menurun drastis.
“Jika melihat kondisi saat ini, mereka hampir tidak memiliki apa pun yang tersisa dari sisi militernya,” ujarnya.
Trump juga menyinggung perkiraan awal terkait durasi konflik tersebut. Ia sebelumnya memprediksi perang bisa berlangsung sekitar empat hingga lima minggu.
Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Dorong Penguatan Desa Wisata di Malang, Potensi Ekonomi Tembus Rp1,5 Triliun
Namun menurutnya, perkembangan di lapangan menunjukkan operasi militer berjalan lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.
“Kami jauh lebih cepat dari jadwal,” kata Trump.
Ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Trump menjawab bahwa pandangan tersebut merupakan pendapat pribadinya.
“Berakhirnya perang itu ada di pikiran saya, bukan di pikiran orang lain,” ujarnya.
Dalam wawancara tersebut, Trump juga dimintai tanggapan terkait pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, setelah meninggal dunia.
Namun Trump memilih tidak memberikan komentar panjang mengenai hal tersebut. “Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak,” kata Trump.
Ia juga sempat menyebut bahwa dirinya memiliki sosok lain dalam pikirannya untuk menggantikan Khamenei, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
Sebelumnya, Trump dilaporkan tidak terlalu menyukai keputusan Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
