Serangan AS dan Israel Hantam Fasilitas Minyak di Teheran, Kebakaran Besar Dilaporkan
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
08 - Mar - 2026, 02:46
JATIMTIMES - Serangan militer kembali terjadi di Iran setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan yang menargetkan fasilitas energi di ibu kota negara tersebut. Serangan kali ini menyasar depot penyimpanan minyak serta area di sekitar kilang minyak di Teheran.
Dilansir dari Al Jazeera dan Agence France-Presse (AFP), Minggu (8/3/2026), kebakaran besar dilaporkan terjadi di beberapa titik di Teheran setelah serangan tersebut. Kobaran api terlihat membubung tinggi di wilayah pinggiran utara kota.
Baca Juga : Bencana Hidrometeorologi Rusak 79 Rumah di Kabupaten Malang
Militer Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, pihak Israel menyebut bahwa target yang disasar merupakan fasilitas minyak yang diduga memiliki keterkaitan dengan angkatan bersenjata Iran.
Depot Minyak di Teheran Jadi Sasaran
Informasi mengenai serangan ini juga disampaikan oleh media pemerintah Iran. Serangan tersebut disebut sebagai insiden pertama yang secara langsung menargetkan infrastruktur minyak milik Republik Islam Iran.
Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA) melaporkan bahwa salah satu depot minyak di wilayah selatan Teheran menjadi sasaran serangan.
"Kami melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran Amerika Serikat dan rezim Zionis," tulis laporan IRNA.
Depot minyak tersebut diketahui berada di kawasan yang berdekatan dengan salah satu kilang minyak utama di kota tersebut. Meski demikian, kantor berita Iranian Labour News Agency (ILNA) menyebutkan bahwa fasilitas kilang minyak utama di area tersebut tidak mengalami kerusakan akibat serangan militer.
Selain itu, laporan lain juga menyebutkan adanya serangan yang menghantam depot minyak di wilayah barat laut Teheran. Jurnalis AFP yang berada di lokasi melaporkan melihat kobaran api dan asap tebal yang membumbung tinggi dari area tersebut.
Baca Juga : Polres Situbondo Amankan Truk Pengangkut 1 Ton Solar Subsidi Ilegal, Tiga Orang Jadi Tersangka
Ketegangan Memuncak di Timur Tengah
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel juga melancarkan serangan ke Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu eskalasi konflik di kawasan.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah kepentingan milik Amerika Serikat di berbagai titik di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini semakin memperburuk ketegangan geopolitik di wilayah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik berskala lebih besar.
