Israel Klaim Kuasai Hampir Seluruh Wilayah Udara Iran, Konflik Disebut Belum Akan Berakhir

04 - Mar - 2026, 01:35

Penampakan serangan Israel dan AS yang menerjang Iran. (Foto AFP)

JATIMTIMES - Ketegangan antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran terus memanas. Utusan Tinggi Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, menyampaikan bahwa Israel bersama Amerika Serikat kini telah menguasai hampir seluruh wilayah udara Iran.

Pernyataan itu disampaikan Danon di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada Selasa (3/3/2026). Meski menyatakan memiliki keunggulan, ia mengakui konflik melawan Iran bukan perkara mudah.

Baca Juga : Menandatangani Takdir: 1830 dan Lahirnya Negara Kolonial di Tanah Mataram

“Kami tahu ini bukan perang yang mudah. Kami menyadari kemampuan rezim Iran. Mereka telah menghabiskan miliaran dolar untuk infrastruktur teror, dan kami tahu ini akan menjadi operasi yang serius,” ujar Danon, seperti dikutip Reuters, Rabu (4/3/2026).

Danon juga mengeklaim serangan yang dilakukan sejak Sabtu (28/2/2026) telah melemahkan kapasitas militer Iran. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mewaspadai respons dari Teheran.

“Namun ini tidak akan berlangsung selamanya. Kami memiliki keunggulan. Hari ini kami hampir menguasai seluruh wilayah udara Iran, dan saya yakin kami akan mampu menunjukkan keunggulan itu dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Situasi kian berkembang setelah Israel kembali melancarkan serangan udara pada 3 Maret 2026. Serangan disebut menyasar ibu kota Iran, Teheran, serta wilayah Beirut di Lebanon.

Operasi udara itu dilaporkan dimulai sekitar pukul 08.00 waktu setempat dengan target titik-titik yang dianggap sebagai kekuatan militer Iran dan kelompok Hizbullah.

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menyampaikan bahwa pasukan telah ditempatkan di sejumlah titik tambahan di area perbatasan untuk mengantisipasi ancaman terhadap warga sipil.

“Kami telah menempatkan tentara di area perbatasan di titik-titik tambahan untuk melindungi warga sipil kami, untuk mencegah Hizbullah menyerang mereka,” katanya, seperti dikutip Al Jazeera.

Baca Juga : 54 PMI Asal Jombang Masih Berada di Timur Tengah, Disnaker Pasang Kontak Darurat

Di Beirut, serangan Israel menargetkan kawasan Haret Hreik di pinggiran selatan kota, yang dikenal sebagai Dahiyeh. Militer Israel menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pertahanan di perbatasan dan untuk melindungi warga dari potensi serangan Hizbullah.

Pihak militer Israel menegaskan bahwa operasi tersebut bukanlah invasi darat, melainkan tindakan taktis yang diklaim bertujuan menjaga keamanan warga sipil.

Hingga kini, konflik antara Israel, AS, dan Iran menunjukkan eskalasi yang signifikan. Klaim penguasaan wilayah udara Iran menjadi salah satu pernyataan paling tegas dari pihak Israel sejak gelombang serangan dimulai.

Namun, dengan kemampuan militer Iran yang diakui sendiri oleh pejabat Israel, perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan sangat dinamis dan berpotensi memicu respons lanjutan dari berbagai pihak di kawasan.