Serial Pernikahan Dini Gen Z Dikritisi, Pemeran di Bawah Umur hingga Ada Adegan Intim
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
10 - Feb - 2026, 12:09
JATIMTIMES - Serial Pernikahan Dini Gen Z ramai jadi perbincangan. Di tengah sensitifnya isu child grooming, tayangan ini dikritisi karena menampilkan relasi remaja di bawah umur dengan pria dewasa.
Konten kreator sekaligus sarjana hukum, Sadam Permana, ikut menyoroti serial tersebut. Ia menyebut ada masalah serius dari sisi usia pemeran.
Baca Juga : Profil Alya Putri, Istri Mohan Hazian yang Ikut Disorot usai Suaminya Terseret Isu Pelecehan
“Ini series Pernikahan Dini Gen Z yang mana pemeran perempuannya masih di bawah umur dan laki-lakinya sudah 29 tahun,” ujar Sadam, dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Sadam, serial ini masih bisa diakses oleh khalayak luas tanpa pandang usia. “Aku sudah berkali-kali membahas tentang series ini, tapi sampai hari ini, sampai video ini dibuat, Series ini masih muncul di Netflix dan muncul di salah satu stasiun televisi di Indonesia. Artinya apa? Ditonton oleh masyarakat banyak,” katanya.
Ia mempertanyakan siapa target penonton sebenarnya. “Siapa sebenarnya target market dari series ini? Kalau memang backgroundnya adalah tentang anak sekolahan. Dan targetnya adalah anak sekolah, yang artinya masih di bawah umur, ini sangat amat salah.” ujarnya.
Kritik pun semakin memanas karena beberapa adegan dinilai terlalu intim. Karakter Dini yang diperankan Richelle diceritakan hamil di luar nikah. Ada adegan yang menyiratkan hubungan suami istri.
Meski tak eksplisit, sebagian warganet menilai visual tersebut tidak punya urgensi kuat untuk pengembangan cerita. Sadam khawatir tayangan ini memberi pesan yang keliru bagi remaja.
“Aku akan terus menentang segala bentuk hubungan antara anak di bawah umur dengan orang dewasa.” tandasnya.
Ia juga menyinggung fakta bahwa pasangan dalam serial itu disebut memiliki hubungan di kehidupan nyata. “Dan teman-teman tahu realitanya adalah pasangan ini itu memang memiliki hubungan dalam kehidupan nyatanya. Padahal ini jelas sangat salah sekali dalam berbagai aspek teman-teman.” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Sadam menekankan tanggung jawab orang tua kepada anak di bawah usia. “Padahal orang tua mempunyai peran yang sangat besar untuk bisa melarang tindakan yang salah dilakukan oleh anaknya. Orang tua bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anaknya. Peran orang tua sangat penting dalam kasus ini, teman-teman.” jelasnya.
Hingga kini, polemik serial Pernikahan Dini Gen Z masih bergulir di media sosial. Banyak warganet yang menilai cerita sinetron tak lazim ditonton oleh remaja.
"Harusnya kalo peran kaya gini yang meranin jangan banget anak di bawah umur," @monicahami***.
"Geloooo bangeetttt liat part udah ketahuan. Ceweknya kayak seneng aja gak ada penyesalan. Kokbisa ni film lolos yaaa??????? Allahuyahdik," @jariiberceri****.
"Duuuuw makin ditiru anak sekarang," @aria****.
