05/12/2022 Kemiskinan di Indonesia, Ini Langkah yang Harus Diambil Pemerintah | Blitar TIMES

Kemiskinan di Indonesia, Ini Langkah yang Harus Diambil Pemerintah

Dec 15, 2021 14:34
You is Nur Wahyudi, Mahasiswa Universitas Negeri Jambi.(Foto : dok pribadi You is)
You is Nur Wahyudi, Mahasiswa Universitas Negeri Jambi.(Foto : dok pribadi You is)

Tingkat kemiskinan di Indonesia pada Maret  2021  ini sedikit berkurang dari  September 2020. Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan keadaan sebelum pandemi pada September 2019. Jumlah orang miskin bertambah menjadi 1,12 juta individu dengan peningkatan terbesar terjadi pada wilayah perkotaan yaitu, sebesar 1 juta dan perdesaan sebesar 120 ribu orang.

 Keadaan perekonomian pada triwulan pertama 2021 tersebut jauh lebih rendah dibandingkan keadaan sebelum pandemi meski menunjukan pembetulan apabila dibandingkan dengan keadaan pada 2020.

Baca Juga : Pemkab Lamongan Tuntaskan Penyaluran BLT DD Tahun 2021

 

 Terkait  krisis ekonomi, salah satu indikatornya adalah angka pertumbuhan ekonomi. Pada 5 Mei 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis sebuah laporan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh sebesar -0,74% pada triwulan pertama 2021.  Pada saat yang bersamaan, jalan pertumbuhan pendapatan nasional per kapita (ukuran kesejahteraan rata-rata nasional) turun sebesar 3,15% pada  2020. Artinya, telah terjadi penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga, Indonesia selama 2020 dibandingkan 2019. Untuk rumah tangga dalam persentil 40 ke bawah, pengeluaran mereka pada rata-rata menurun sebesar -0.4% dengan rumah tangga dalam persentil 5 ke bawah, menurun cukup besar yakni sebesar -1% sampai -1.6%. Secara nasional. Terlihat bahwa secara rata-rata keseluruhan rumah tangga terjadi penurunan pengeluaran sebesar -2.3% atau dengan penurunan pengeluaran median -3.1%. Sebesar 40% dari kelompok kelas menengah turun dan masuk dalam kelompok calon kelas menengah turun dan masuk ke dalam kelompok bakal kelas menengah dan hanya 1% yang menak menjadi kelompok teratas.

Dinamika juga terjadi pada kelompok kelas menengah. Sebanyak 16% kelompok calon kelas menengah  pada Maret 2020 turun kelas menjadi kelompok rentan miskin pada September 2020, 9% naik menjadi kelompok kelas menengah pada September 2020, dan sebagian besar sisanya tetap berada di kelas yang sama pada September 2020. Untuk memenuhi  kebutuhan hidup pada saat pandemi, beberapa strategi telah diterapkan oleh rumah tangga. Beberapa solusi yang sering di lakukan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari antara lain dengan menjual atau menggadaikan barang, mengurangi  pemborosan non makanan, meminimalisir uang kepada kerabat, mengurangi pengeluaran makanan, dan mekanisme lainnya. Hanya sekitar 15% rumah tangga yang melaporkan bahwa kebutuhan hidup mereka telah terpenuhi. Dari penjelasan di atas terdapat bukti bahwa tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga di Indonesia mengalami penurunan selama krisis akibat pandemic COVID-19.

Secara sederhana, terdapat tiga langkah yang dapat diambil pemerintah yang bertujuan meningkatkan efektivitas bantuan sosial. Pertama, pemerintah dapat memperbesar nilai bantuan. Misalnya, nilai bantuan bisa diperbesar dari rata-rata Rp.300.000 perbulan per rumah tangga pada 2020 menjadi Rp.600.000 per bulan per rumaah tangga paada 2021. Kedua, pemerintah dapat memperlebar cakupan program-program perlindungan sosial yang sudah ada, yang paling utama untuk rumah tanggaa miskin dan rentan miskin yang belum pernah mendapat bantuan sosial dari mana pun. Ketiga, pemerintah perlu memastikan tersampaikaannya program bantuan sosial secara tepat waktu, yaitu sebelum dampak krisis menjadi terlalu  besar terhadap rumaah tangga.

Baca Juga : Kepala Kelurahan Sayangkan Aksi Oknum Polisi yang Lakukan Perusakan Lapak UMKM

 

*Penulis You is Nur Wahyudi, Nim : PMM2100207, Mahasiswa Universitas Negeri Jambi

Topik
Opini

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya