JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang memastikan kesiapan penyelenggaraan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan keagamaan berskala besar ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 100 ribu jemaah dari berbagai daerah, khususnya dari kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan seluruh aspek teknis telah dihitung dan dikoordinasikan secara intensif. Ia menyebut, dirinya ditunjuk sebagai ketua pelaksana lokal, sementara Wali Kota Batu bertindak sebagai penanggung jawab utama kegiatan Harlah 1 Abad NU.
Baca Juga : Pemkot Blitar Klarifikasi Penataan TPL: Kontrak Berakhir, Seleksi Ulang Digelar Setiap Tahun
“Persiapan terus kami matangkan. Jumlah jemaah terus bertambah dan saat ini diperkirakan mencapai kurang lebih 100 ribu orang,” ujar Wahyu.
Pemkot Malang juga terus berkoordinasi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), termasuk terkait agenda utama Mujahadah Kubro. Salah satu rencana besar yang tengah dipastikan adalah kehadiran Presiden Republik Indonesia untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut.
“PWNU sudah mengajukan agar Mujahadah Kubro ini dibuka langsung oleh Bapak Presiden. Ini masih kami lihat dan pastikan kesiapan-kesiapannya,” jelasnya.
Selain agenda utama, Pemkot Malang fokus pada pengaturan teknis kedatangan dan kepulangan jemaah. Wahyu menekankan pentingnya penataan maktab atau tempat transit jemaah agar arus mobilisasi tidak saling berbenturan.
“Jam kedatangan dan kepulangan sudah kami atur, termasuk drop zone yang dipisahkan agar tidak menumpuk di satu titik. Maktab-maktab juga kami siapkan,” ungkapnya.
Baca Juga : Rasionalisasi TPL Pemkot Blitar: Bukan PHK, Optimalisasi ASN dan Penguatan Layanan Publik
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, sejumlah fasilitas akan dimanfaatkan, mulai dari sekolah-sekolah di sekitar lokasi, fasilitas milik TNI, hingga barak dan asrama perguruan tinggi.
Wahyu tak menampik, membludaknya jemaah pada 7–8 Februari 2026 dipastikan akan berdampak pada aktivitas masyarakat Kota Malang. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf jauh hari kepada warga.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat Kota Malang. Pada tanggal 7 dan 8 Februari akan ada sekitar 100 ribu jemaah yang datang, sehingga kemungkinan besar akan berdampak pada kegiatan masyarakat. Kami berharap warga bisa memahami dan turut mendukung kelancaran acara ini,” pungkasnya.
