JATIMTIMES - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), potensi lonjakan wisatawan ke Kota Malang diprediksi meningkat signifikan. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang memastikan seluruh ekosistem pariwisata siap menyambut gelombang wisatawan.
Mulai dari sumber daya manusia (SDM), layanan destinasi hingga akses transportasi. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan meski tidak ada persiapan khusus yang bersifat event, penguatan pelayanan dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.
Baca Juga : Mukhtara Air Mulai Mengudara Januari 2026, Ini Daftar Rute yang Dibuka
"Setiap tahun kami tidak menyiapkan rangkaian khusus untuk Nataru. Tapi kesiapan SDM, kolaborasi antar-OPD, dan peningkatan layanan terus kami lakukan. Ini bagian dari menjaga Kota Malang tetap nyaman dikunjungi,” ujarnya.
Potensi kenaikan wisatawan disebut cukup besar. Hingga akhir November, capaian kunjungan sudah menembus 80 persen dari target 3,3 juta wisatawan pada 2025.
"Tahun kemarin 3,2 juta, tahun ini targetnya naik. Kota Malang semakin menarik, berprestasi dan nyaman, ini jadi magnet bagi wisatawan,” tegasnya.
Sejumlah destinasi unggulan diprediksi menjadi buruan wisatawan. Koridor Kayutangan Heritage, kampung tematik, hingga destinasi swasta seperti Hawai Waterpark dan Transmart, masih menjadi jujugan utama wisatawan lokal maupun mancanegara.
Momentum libur panjang diperkirakan memperkuat arus kunjungan tersebut, juga ditopang agenda-agenda MICE yang makin sering digelar pemerintah provinsi dan kementerian di Kota Malang.
Dari sisi infrastruktur, Baihaqi memastikan kesiapan kota dilakukan secara kolaboratif sesuai tupoksi masing-masing OPD. Perbaikan jalan, penataan lingkungan, dan rekayasa lalu lintas terus dimatangkan menjelang puncak liburan.
“Kalau infrastruktur makin baik, wisatawan makin betah. DLH menata keindahan, Dishub mengatur lalu lintas, semuanya bergerak bersama,” ujarnya.
Baca Juga : Disparta Kota Batu Targetkan 1,1 Juta Kunjungan Wisatawan saat Nataru
Disporapar juga melakukan penguatan terhadap pelaku industri wisata. Pertemuan rutin dengan PHRI dan pembinaan pada Pokdarwis digelar untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal.
“Kami dorong peningkatan layanan, keselamatan, dan kenyamanan. Harapannya, wisatawan pulang membawa kesan baik tentang Kota Malang,” terang Baihaqi.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan wisatawan agar waspada terhadap cuaca ekstrem. Tingginya curah hujan di akhir tahun memerlukan kewaspadaan saat mengunjungi area-area wisata terbuka.
Sementara itu, penguatan transportasi publik seperti titik pemberhentian Trans Jatim di kawasan wisata juga dinilai ikut mendorong kemudahan akses.
“Transportasi yang nyaman dan mudah dijangkau tentu menambah daya tarik Kota Malang,” pungkas Baihaqi.
