JATIMTIMES – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyampaikan bahwa klaim ‘air pegunungan’ dalam label air minum dalam kemasan (AMDK) hanya diberikan kepada merek yang telah membuktikan sumber airnya secara ilmiah dan legal.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa setiap penggunaan klaim atau ilustrasi bernuansa pegunungan tidak dapat dilakukan sembarangan dan hanya diberikan kepada produk yang telah membuktikan secara ilmiah dan legal sumber airnya.
Baca Juga : Update Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar: 174 Warga Tewas, Puluhan Masih Dicari
Menurut Taruna, perusahaan AMDK wajib melampirkan dokumen lengkap saat proses registrasi produk untuk membuktikan asal sumber air. Dokumen tersebut mencakup:
● Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) yang merupakan izin resmi yang dikeluarkan untuk sumber air pegunungan air tanah.
● Kajian hidrogeologi dari pihak ketiga yang kompeten, memastikan karakteristik dan asal sumber air, serta
● Surat rekomendasi dari Kementerian PUPR atau dinas teknis terkait yang menguatkan bukti ilmiah tersebut.
“Tidak bisa hanya menampilkan gambar gunung atau menulis ‘air pegunungan’. Setiap klaim harus dapat dibuktikan secara ilmiah dan legal melalui dokumen lengkap,” tegas Taruna.
Tentang keberadan Aqua yang sempat jadi kontraversi, BPOM menyampaikan bahwa AQUA merupakan salah satu dari empat (4) merek AMDK yang telah lolos proses verifikasi sumber air, dan karenanya berhak mencantumkan klaim “air pegunungan” pada label produknya. Selain Aqua kemudian ada juga Le Minerale, Kristal serta Ron 88.
Verifikasi BPOM bukan sekadar formalitas, tetapi langkah penting untuk melindungi konsumen dan memastikan transparansi industri. Produk yang mendapatkan verifikasi BPOM telah melalui evaluasi ilmiah dan legal yang ketat sehingga keamanan produk dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, verifikasi mendorong persaingan sehat dan praktik industri yang bertanggung jawab, karena hanya produk yang lolos standar yang diizinkan beredar. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap produk semakin kuat.
Terpisah, Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Aqua menambahkan sumber air Aqua berasal dari pegunungan yang terlindungi sumber mata airnya. Untuk menentukan lokasi sumber air, pihaknya menerapkan 9 kriteria pemilihan.
Baca Juga : Bayi Tak Bernyawa Ditemukan di Depan Panti Asuhan Desa Tambakrejo, Pembuang Belum Diketahui
Yakni, melalui 5 tahapan seleksi ilmiah, dan wajib menjalani riset minimal 1 tahun penuh. Proses tersebut melibatkan para pakar dari berbagai bidang, termasuk ahli geologi, hidrogeologi, dan geofisika, serta didukung oleh laboratorium berteknologi tinggi di Eropa.
“Saat diproses di pabrik, Aqua juga berupaya menjaga kesterilan dan keamanan produk dengan mesin berteknologi tinggi tanpa tersentuh tangan manusia,” ujar Enang, VP Quality and Food Safety Danone Indonesia
Melalui standar verifikasi yang ketat tersebut, BPOM meminta konsumen untuk tidak ragu terhadap klaim pada label produk AMDK yang telah mengantongi izin edar resmi. Taruna menegaskan pihaknya memastikan setiap klaim pada label produk harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Konsumen berhak mendapatkan informasi yang akurat.
“Dengan demikian, konsumen dapat merasa tenang dan percaya bahwa air minum dalam kemasan yang sudah lolos uji BPOM benar-benar berasal dari sumber pegunungan yang telah diverifikasi, memenuhi standar kualitas tinggi, dan aman untuk dikonsumsi,” ujar Taruna.
