Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Update Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar: 174 Warga Tewas, Puluhan Masih Dicari

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

29 - Nov - 2025, 07:35

Placeholder
Salah satu jembatan terputus di Aceh terdmpak banjir. (Foto: X)

JATIMTIMES - Bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) masih meninggalkan duka mendalam. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (29/11) terdapat 174 warga meninggal dunia, 79 orang belum ditemukan, dan 12 lainnya mengalami luka-luka.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan dari tiga provinsi, kondisi terberat dialami Sumut. BNPB mencatat 116 korban jiwa dan 42 orang hilang. Korban tersebar di sejumlah daerah, seperti Tapanuli Tengah dan Selatan, termasuk Sibolga.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Banyuwangi Jamin Mutu Layanan melalui Integritas dan Etika Kemitraan yang Tinggi

“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ujar Suharyanto, dalam keterangan resminya, Sabtu (29/11). 

Sejumlah wilayah masih melakukan pendataan titik pengungsian. Aliran logistik perlahan masuk, dibantu alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor.

Pemerintah pusat juga mengirim dukungan melalui personel gabungan hingga alat komunikasi dan pesawat untuk distribusi bantuan.

Gangguan jaringan dan listrik sempat memperlambat pendataan, sehingga BNPB mengirim perangkat internet satelit untuk mempercepat koordinasi. “Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,” kata Suharyanto.

Aceh turut terdampak besar, dengan 35 warga meninggal dunia, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Korban paling banyak ditemukan di wilayah Bener Meriah hingga Aceh Tengah.

“Ini akan berkembang terus datanya. Dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” sebut Suharyanto.

Pengungsian tersebar di 20 kabupaten atau kota, termasuk 96 titik di Lhokseumawe, dengan total 4.846 KK sementara meninggalkan rumah.

Longsor besar memutus akses darat di beberapa wilayah pegunungan sehingga distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara dari bandara perintis.

Baca Juga : Bayi Tak Bernyawa Ditemukan di Depan Panti Asuhan Desa Tambakrejo, Pembuang Belum Diketahui

Selain bantuan pangan dan kesehatan, Pemerintah juga mengirimkan perangkat komunikasi darurat untuk memulihkan konektivitas di posko-posko utama.

Sementara itu di Sumbar, 23 korban meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 luka-luka. Warga mengungsi tersebar di sejumlah daerah, dengan total 3.900 KK. “Di Sumatra Barat itu 23 meninggal dunia, 12 hilang dan 4 luka-luka,” kata Suharyanto.

Daerah yang terdampak parah antara lain Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, hingga Kota Padang. Sejumlah jembatan dan akses utama seperti jalur Bukittinggi-Padang tertutup material longsor, membuat ratusan kendaraan sempat terjebak.

Mengantisipasi hujan ekstrem susulan, BNPB langsung menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi. Targetnya mengalihkan potensi hujan ke area yang lebih aman. “Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” kata Suharyanto.

Operasi ini didukung pesawat khusus yang mengangkut bahan semai untuk menurunkan curah hujan di kawasan rawan banjir dan longsor.


Topik

Peristiwa banjir aceh bencana di aceh longsor



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana