JATIMTIMES – Berbagai kegiatan digelar Pemkab Sidoarjo untuk memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di parkir Timur GOR Sidoarjo, Jawa Timur. Rangkaian acaranya berlangsung meriah dan pengunjung juga sangat banyak hingga memadati lokasi acara.
Kegiatan peringatan Hakordia tahun ini yang mengambil tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” diawali dengan senam bersama seluruh ASN Sidoarjo. Tidak hanya diikuti seluruh ASN Sidoarjo, namun pelaksanaannya juga diikuti masyarakat, pelajar dan mahasiswa. Pemkab Sidoarjo juga menyediakan puluhan stan berjualan untuk UMKM di wilayah Sidoarjo.
Baca Juga : 300 Wisman Tiap Hari Masuk Kampung Tematik, Malang Kian Kokoh sebagai Kota Kreatif Dunia
Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dalam sambutannya mengatakan seluruh ASN Sidoarjo wajib bebas korupsi. Pemkab Sidoarjo sendiri berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang transparan dan bersih dari praktik korupsi. Oleh karenanya, ia meminta dukungan seluruh ASN Sidoarjo.
“Tanpa dukungan dan support panjenangan semua, kita tidak akan pernah berhasil hingga hari ini,” ucap Fenny dalam sambutannya pada Jumat (28/11/2025).
Fenny berharap Hakordia tahun ini menjadi semangat bagi seluruh ASN Sidoarjo dalam menjaga komitmen bersama mewujudkan pemerintahan yang bersih. Ia yakin dengan komitmen tersebut, Kabupaten Sidoarjo akan semakin maju dan berkembangdan bebas korupsi.
“Mari kita maknai Hakordia ini dengan terus mewujudkan pemerintahan yang bersih. Insya Allah dengan pemerintahan yang clear, pembangunan akan lebih cepat tercapai,” ujar Fenny.
Selanjutnya, ada orasi kebangsaan membentuk budaya anti-korupsi oleh mantan Kajati Jawa Timur Dr Mia Amiati SH MH CMA CSSL yang saat ini menjabat sebagai komisaris independen Bank Mandiri. Acara berlanjut dengan ikrar patriot integritas muda Kabupaten Sidoarjo dan penyerahan banner tolak gratifikasi dan anti-korupsi kepada seluruh jajaran OPD diwilayah Kabupaten Sidoarjo.
Senada, Mia Amiati dalam orasinya mengatakan bahwa korupsi merupakan extraordinary crime atau kejahatan yang luar biasa. Perbuatan yang mengandung unsur tindak korupsi pasti ada akibat hukumnya. Oleh karenanya, perlu dikenali apa saja rambu-rambu yang terdapat dalam undang-undang tindak korupsi. Bahkan kalau perlu, dapat berkoordinasi langsung dengan kejaksaan saat menjalankan program kegiatan sehingga perbuatan yang melanggar hukum bisa teratasi. Tentunya juga komitmen bersama agar aksi basmi korupsi di pemkab Sidoarjo terealisasi dengan baik.
“Jika Bapak Ibu ada dispute atau kebingungan bisa berkomunikasi dengan teman-teman kejaksaan, akan ada pendampingan bagaimana meminimalisasi kemungkinan penyimpangan, sehingga semua pelaksanaan program ataupun kegiatan pengadaan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ucap Mia Amiati.
Mia juga mengingatkan untuk tidak memasukkan unsur kepentingan pribadi saat melakukan atau melaksanakan program kegiatan. Selain itu, benturan kepentingan juga harus bisa dihindari. Pasalnya, hal itu menjadi celah perbuatan korupsi.
“Ketika bapak ibu melakukan proses pengerjaan dan bapak ibu memiliki kewenangan siapa yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut atau ada kepentingan lain semisal didesak oleh atasan atau penguasa, bapak ibu bisa menolak karena kita nanti yang harus bertanggung jawab,” ujar mantan kajati Jawa Timur ini.
Disampaikannya juga bahwa melawan korupsi tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh semangat yang sama untuk mencegah tindak korupsi. Menurut dia, Hakordia dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen melawan korupsi.
Baca Juga : Pakar Hukum Tata Negara UB Beri Rekomendasi untuk Badan Pengkajian MPR Terkait Demokrasi Pancasila
“Melawan korupsi tidak bisa sendirian. Seluruh ASN Sidoarjo dapat bersatu padu melawan korupsi karena korupsi saat ini luar biasa,” tandasnya.
Sementara itu, Inspektur Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan peringatan Hakordia digelar dengan berbagai kegiatan pencegahan korupsi. Misalnya melakukan roadshow edukasi dini pencegahan korupsi kepada pelajar SMP serta perluasan desa anti-korupsi di Jawa Timur.
“Tahun 2025 ini sudah ada 27 SMP baik negeri atau swasta yang telah kita edukasi bahaya korupsi. Kita juga membuat pilot projeck desa anti-korupsi. Di tahun 2025 ini ada empat nominator desa anti-korupsi di Kabupaten Sidoarjo yang kemudian kita kirim ke tingkat provinsi. Yaitu Desa Kwangsan Kecamatan Sedati, Desa Wadungasri Kecamatan Waru, Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu dan Desa Trompoasri Kecamatan Jabon,” jelas Andjar.
Menurut Andjar, Kabupaten Sidoarjo juga memiliki penyuluh anti-korupsi. Sampai saat ini Pemkab Sidoarjo memiliki tiga penyuluh anti-korupsi. Dua dari Inspektorat Sidoarjo dan satu dari Provinsi Jawa Timur. Tim penyuluh anti-korupsi dibentuk oleh Lembaga Sertifikasi Profesi/LSP KPK yang telah terlisensi oleh BNSP.
Pemkab Sidoarjo juga telah membentuk Patriot Integritas Muda Kabupaten Sidoarjo. Saat ini ada 14 pemuda yang dipilih dan mereka memiliki wawasan, pandangan dan budaya anti-korupsi yang dapat dilihat dari kreativitas dan aktivitas dalam bermedsos.
“Kita bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo juga membentuk Patriot Integritas Muda Kabupaten Sidoarjo. Jadi, patriot ini merupakan anak-anak muda yang memiliki wawasan, pandangan dan budaya antikorupsi. Fi tahun 2025 ini terdapat 40 finalis terbaik tim Patriot Integritas Muda Jawa Timur, 14 di antaranya dari Kabupaten Sidoarjo,” pungkas Andjar.
Tampak momen dilakukannya pelepasan burung merpati oleh para pejabat yang hadir sebagai bentuk komitmen bebas korupsi. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan flashmop gerakan anti-korupsi oleh mahasiswa Unair. Tidak ketinggalan, TP-PKK Desa Kwangsan Kecamatan Sedati juga ikut mendengungkan gerakan anti-korupsi lewat paduan suara yang dibawakannya pada kegiatan tersebut. Begitu juga yang dilakukan puluhan siswa siswi SMP Negeri 2 Sidoarjo yang sepakat menolak korupsi.
Peringatan Hakordia tahun ini dihadiri Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Joko Budi Darmawan serta komisaris independen Bank Mandiri Mia Amiati dan Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih. Seluruh kepala OPD Sidoarjo juga hadir dalam kegiatan tersebut.
