JATIMTIMES - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, kita semua harus berupaya meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam menciptakan generasi sehat, upaya strategis dan mendasar adalah kesehatan ibu dan anak. Mengapa demikian? Karena kesehatan ibu dan anak adalah pondasi utama bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Baca Juga : Benarkah Skip Sarapan Sebabkan Lonjakan Gula Darah? Ini Kata Dokter
Ibu yang sehat melahirkan anak yang sehat; anak yang sehat tumbuh menjadi remaja tangguh dan akhirnya menjadi pilar kemajuan bangsa.
Namun, fakta di lapangan masih menunjukkan adanya tantangan besar. Angka kematian ibu dan bayi, gizi buruk, serta stunting masih menjadi PR kita bersama. Masih ada ibu yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, dan masih banyak keluarga yang belum memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya pola hidup sehat.
Sebagai tenaga pendidik dan akademisi, kita memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi bagian dari solusi. Kita dapat berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, membimbing mahasiswa menjadi agen perubahan, mengembangkan inovasi dalam pelayanan kesehatan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perawatan ibu dan anak sejak dini.
Perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil. Mulai dari memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan rutin, mendukung pemberian ASI eksklusif, hingga menciptakan lingkungan yang ramah anak dan ramah ibu. Mari kita jadikan setiap rumah, setiap sekolah, dan setiap tempat kerja sebagai ruang yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
Di Hari Kesehatan Nasional ini, mari kita perkuat komitmen: untuk menjaga, melindungi, dan memberdayakan para ibu, untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, bahagia, dan memiliki masa depan yang cerah. Karena masa depan bangsa ini bergantung pada sejauh mana kita menjaga dua sosok penting: ibu dan anak.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga momentum Hari Kesehatan Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berupaya menghadirkan Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera. (*)
Dr. dr. Ni Njoman Juliasih, M.Kes
*) Dosen Fakultas Kedokteran, Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Ciputra Surabaya
