Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Bukan Sehat, Dokter Tirta Ungkap Makan Sayur dengan Cara 'Ini' Bisa Bahayakan Kesehatan

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

08 - Apr - 2025, 07:21

Placeholder
Ilustrasi sayur-sayuran. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Sayur merupakan salah satu sumber gizi yang diperlukan tubuh setiap hari. Namun, tidak semua orang menyukai sayuran.

Oleh karena itu, cara memasak sayuran dibuat sangat beragam supaya penikmatnya bisa tetap mendapatkan asupan gizi sambil memakan-makanan yang lezat.

Baca Juga : Pemkab Dorong Perusahaan di Kabupaten Malang Aktif Berikan CSR untuk Kebermanfaatan Masyarakat

Tidak sedikit yang memasak sayuran dengan cara digoreng, ditumis atau direbus. Katanya, dengan cara ini bisa mengurangi rasa langu yang ada di sayur. 

Namun, tahukah sobat JatimTimes jika cara memasak sayur seperti ditumis, digoreng atau direbus bisa mengurangi kadar gizi yang ada di dalam sayuran tersebut. Bahkan parahnya jika salah pengolahan, sayur tersebut bisa mendatangkan penyakit. 

Hal ini seperti yang dijelaskan oleh ahli kesehatan sekaligus sosok YouTuber ternama, dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa dr Tirta. Ia mengatakan, sayur yang dimasak melalui proses penggorengan akan mengurangi nutrisinya hingga meningkatkan kadar kolesterol jahat. 

"Ketika kamu pecinta suka sayur yang dimasak dengan cara digoreng akan mengurangi angka nutrisinya ketimbang dengan sayur yang direbus. Sayur yang dimasak dengan cara digoreng akan meningkatkan LDL (kolestrol jahat)," katanya, dikutip dari channel YouTube pribadinya, dr Tirta Peng Peng, Senin (8/4). 

Namun, bukan berarti sayuran goreng dilarang sepenuhnya, dr. Tirta menyarankan agar tidak terlalu sering mengonsumsinya saja. Sebab sayuran yang digoreng sebenarnya memiliki konsep yang sama dengan gorengan meskipun itu adalah sumber nutrisi yang kaya vitamin.

"Jadi dari sini, nggak masalah Anda makan sayur goreng itu asalkan sekali-kali. Tapi yang jadi masalah, Anda menjadikan pandangan bahwa sayur goreng itu adalah sayur. Ya nggak, itu jadi kayak gorengan sifatnya," ungkapnya. 

Selain itu, sayur yang direbus pun jangan terlalu lama melalui proses memasaknya agar tidak mengurangi kandungan nutrisinya. 

“Bahkan sayur yang direbus terlalu lama akan mengurangi juga angka nutrisinya," jelasnya. 

Sebagai solusi, dr Tirta menganjurkan agar memasak sayur paling bagus yaitu setelah dibersihkan lalu direbus tidak terlalu lama. 

Sementara itu, berbicara soal sayuran dr. Tirta mengungkap sayur mengandung tinggi serat. Dimana serat tersebut berfungsi untuk mengatur sistem pencernaan agar lebih stabil ketika buang air besar (BAB).

Oleh karena itu, dr. Tirta menganjurkan sebaiknya penuhi asupan makan 4 sehat 5 sempurna yang terdiri dari makanan 4 sehat yaitu nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan 5 sempurnanya adalah susu. 

Baca Juga : Dua Dekade Kenangan, Satu Tujuan: Alumni MAN 2 Kota Malang Perkuat Silaturahmi Lewat Reuni

Pemenuhan asupan 4 sehat 5 sempurna itu karena umumnya tubuh manusia memerlukan protein dan masa otot.

"Menganjurkan makan 4 sehat 5 sempura, karena tubuh kita memerlukan protein dan masa otot dan kemampuan tubuh diangka 0,8 sampai 1,1 gram, dan harus mengimbangi makanan serat karena makanan serat bisa mencegah kanker usus besar, mencegah atau menurunkan terjadinya penyakit diabetes melitus tipe dua. Makanan serat juga mengandung oksidan dan bisa melawan kanker atau sel kanker," katanya. 

Lanjut dr. Tirta, sekalipun orang yang hidup sehat namun ketika pola makannya salah, hal itu juga tidak bagus pada tubuh. Salah satu yang melancarkan pencernaan pada tubuh kita ialah” serat”.

dr. Tirta mengatakan, tubuh manusia dewasa pada pria normal di bawah usia 50 tahun berdasarkan anjuran WHO yaitu diangka 30,8 gram perhari untuk serat, sedangkan wanita dibawah 50 tahun yaitu 28 gram perhari.

Begitu pula dengan asupan buah-buahan, dr. Tirta tidak menganjurkan buah dijus karena dapat mengurangi kandungan nutrisi serat pada sayur tersebut.

Ia pun mengungkapkan beberapa sayuran yang kaya akan serat dan bagus untuk kesehatan. Sayur-sayuran tersebut berupa tomat, brokoli dan kangkung. 

Meski sayur memiliki manfaat yang banyak untuk tubuh termasuk menjaga organ pencernaan dan mencegah dari resitesnsi insulin, namun dr. Tirta juga tidak menganjurkan mengonsumsi sayur secara berlebihan. Artinya, konsumsi makanan seimbang antara protein dan serat.

"Makan sayur berlebihan juga tidak bagus dikarenakan pencernaan menjadi lunak, jadi kita harus makan gizi yang seimbang antara protein dan serat. Mulai lah stok sayur, daging dan buah buahan, ketika kamu ingin bergizi dan seimbang. Berhenti memakan gorengan jika kamu ingin gizi yang seimbang," pungkasnya.


Topik

Kesehatan Dokter Tirta Tirta Mandra tips sehat hidup sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya