Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Demo 27 Agustus Berujung Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan hingga Motor Dibakar

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

28 - Aug - 2026, 07:02

Placeholder
Tampak api diduga berasal dari motor yabg dibakar massa saat suasana demo ricuh. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), berujung ricuh. Bentrokan terjadi setelah sebagian massa yang mengikuti aksi masih bertahan di kawasan parlemen hingga malam hari.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Kericuhan meluas dari sekitar Gedung DPR ke kawasan Pejompongan, Palmerah, Slipi hingga Petamburan.

Baca Juga : Membahayakan Pengguna Jalan, Dua Reklame Rusak Rawan Roboh Dibongkar Satpol-PP Kota Batu

2 motor dan 1 pos polisi dilaporkan terbakar. Kondisi tersebut juga membuat sejumlah peserta aksi mengalami sesak napas hingga membutuhkan pertolongan medis.

Suasana demo yang mencekam pada 27 Agustus malam. (Foto: Threads)

Suasana demo yang mencekam pada 27 Agustus malam. (Foto: Threads)

Sebelumnya, aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI dimulai sejak Kamis pagi. Salah satu kelompok yang datang lebih awal adalah AMPB.

Massa AMPB datang dari Pati, Jawa Tengah. Mereka membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta meminta hukuman mati bagi koruptor.

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok sebelumnya menegaskan bahwa kedatangan massa dari Pati bukan untuk membuat kerusuhan.

"Kami ke Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami mendukung gerakan kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus," kata Botok.

Massa AMPB kemudian diterima oleh pimpinan DPR. Sekitar pukul 14.00 WIB, massa AMPB meninggalkan kawasan Gedung DPR setelah diterima pimpinan DPR. 

Setelah massa AMPB membubarkan diri, kelompok massa lain dari berbagai lapisan maayarakat masih berdatangan dan melanjutkan aksi di depan Gedung DPR. 

Dalam demonstrasi tersebut, tuntutan tidak hanya mengenai pengesahan RUU Perampasan Aset. Kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia juga disuarakan.

Tampak massa membawa memenuhi jalanan. (Foto: Threads)

Tampak massa membawa memenuhi jalanan. (Foto: Threads)

Massa yang diperkirakan mencapai seribuan orang tiba di depan Gedung DPR dengan berjalan kaki. Mereka membawa bendera organisasi dan sejumlah spanduk. Salah satu spanduk bertuliskan "Koruptor Kakap Harus Ditembak Mati".

Salah satu perwakilan massa dari Universitas BSI mengatakan kedatangan mereka ke DPR berkaitan dengan gerakan masyarakat Pati yang sebelumnya berani mendatangi anggota DPR untuk mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.

Mereka menilai praktik korupsi telah merajalela dan menggerus anggaran negara. Mereka juga menyoroti hasil korupsi yang dinilai belum seluruhnya kembali ke negara meski pelaku telah dijatuhi hukuman.

Menjelang pukul 17.50 WIB, sebagian kelompok massa mulai meninggalkan kawasan Gedung DPR. Namun, tidak seluruh demonstran membubarkan diri. Setelah pukul 18.00 WIB, masih terdapat massa yang bertahan di sekitar pagar Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto. Massa yang bertahan tersebut sebagian besar tidak terlihat mengenakan atribut kelompok tertentu.

Pada waktu yang hampir bersamaan, ratusan pelajar berseragam putih abu-abu juga terlihat meninggalkan kawasan DPR menuju Petamburan sambil menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka".

Empat ambulans terlihat bersiaga di sekitar Graha Slipi untuk memberikan pertolongan apabila ada peserta aksi yang membutuhkan penanganan.

Selepas pukul 18.00 WIB, situasi di sekitar Gedung DPR mulai memanas. Kerumunan massa kemudian bergerak ke sejumlah ruas jalan di sekitar Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta Jalan Palmerah Timur, Jakarta Barat.

Massa memenuhi badan jalan hingga kendaraan tidak dapat melintas. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan dan berupaya memukul mundur massa dari kawasan Pejompongan menuju Jalan Penjernihan I.

Sekitar pukul 19.00 WIB, kericuhan semakin meluas. Sejumlah massa masih bertahan di sekitar Gedung DPR. Sebagian demonstran dilaporkan melempar batu, kayu, dan botol minuman ke arah dalam kompleks parlemen.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak gerbang gedung DPR dilempari batu, kayu, dan botol minuman hingga kurang dari 10 menit.  Video lainnya juga memperlihatkan asap mengepul di jalanan dan orang-orang berlarian.

Sebelumnya, massa sempat diadang aparat kepolisian hingga terjadi aksi saling dorong.
Diperkirakan hampir 500 orang masih memilih bertahan di kawasan tersebut. Aparat kepolisian kemudian memblokade ruas Jalan S. Parman menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Kericuhan akhirnya berujung bentrokan antara massa dan aparat. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Dalam video yang beredar, tampak gas air mata ditembakkan saat gerbang parlemen dilempari. 

Baca Juga : Beasiswa BeaZakat 2026 Dibuka, Kuliah S1 Fully Funded hingga 4 Tahun

Paparan gas air mata membuat sejumlah peserta aksi mengalami gangguan pernapasan. Ambulans yang bersiaga di sekitar Slipi kemudian memberikan pertolongan kepada peserta aksi maupun warga yang terdampak.

Salah satu peserta aksi yang mendapatkan penanganan medis adalah Rizky, seorang pelajar yang mengikuti demonstrasi bersama teman-temannya.

Rizky mengalami sesak napas setelah terpapar gas air mata dan asap dari pembakaran kendaraan. Kondisinya sempat membuatnya nyaris pingsan sehingga harus mendapatkan bantuan oksigen.

"Sesak. Saya dikasih oksigen ini. Kena gas air mata sama ada asap motor yang dibakar," kata Rizky, dikutip detik.com, Jumat (28/8/2026).

Sejumlah ambulans terlihat hilir mudik di sekitar kawasan Slipi. Beberapa orang juga tampak beristirahat di trotoar setelah berusaha menjauh dari kepungan gas air mata.

Kerumunan massa kemudian menyebar hingga Jalan Palmerah Timur, Stasiun Palmerah, gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Massa juga terlihat berkumpul di sekitar jalur rel yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang dan Palmerah.

Beberapa kali terdengar suara petasan di sekitar jembatan Slipi yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto. Sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga di kawasan tersebut.

Dalam berbagai laporan media, kericuhan juga berdampak pada fasilitas umum. Pos pantau lalu lintas yang berada di bawah flyover Slipi, Jakarta Barat, dibakar massa pada Kamis (27/8/2026) sore. Sisa bara api dan asap masih terlihat dari dalam bangunan hingga malam hari.

Bagian dalam pos mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Besi, pecahan kaca, dan abu berserakan di sekitar bangunan yang berada dekat Halte TransJakarta Petamburan.

Sejumlah bagian pos yang biasa digunakan anggota satuan polisi lalu lintas mengalami kerusakan. Seluruh kaca pecah, sementara bagian jendela tampak bengkok.

Bagian atas luar pos yang sebelumnya berwarna biru juga berubah menjadi hitam akibat terbakar.
Pada salah satu sudut pos, bara api sempat terlihat menyala dan mengeluarkan asap. Termasuk dua sepeda motor di pos polisi tersebut diduga dibakar massa. 

Sejumlah massa juga masih terlihat berkumpul di sekitar lokasi hingga sekitar pukul 22.30 WIB.

Keramaian belum sepenuhnya berakhir hingga Jumat (28/8/2026) dini hari. Hingga sekitar pukul 03.00 WIB, sejumlah orang masih terlihat berkumpul di Jalan Jenderal Gatot Subroto, terutama di sekitar Halte Petamburan dan jalan layang Slipi.

Pergerakan massa sempat terlihat menuju Simpang Slipi dan Pejompongan. Sejumlah benda juga terlihat terbakar di badan jalan di tengah keramaian tersebut.

Di jalan layang Slipi, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat melawan arah menuju Simpang Slipi, tepat di depan Gedung BPK. Di sekitar Halte Petamburan, sejumlah warga terlihat berhenti dan mengabadikan situasi menggunakan telepon genggam.

Sementara itu, ruas Jalan Jenderal Gatot Subroto di depan pintu masuk kompleks Gedung DPR/MPR RI masih ditutup. Arus kendaraan dari arah Semanggi belum dapat melintas di depan kompleks parlemen dan dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda. Kondisi lalu lintas di kawasan tersebut belum sepenuhnya normal.

Kericuhan juga berdampak terhadap transportasi umum. Perjalanan KRL rute Rangkasbitung-Tanah Abang mengalami rekayasa. KRL dari arah Rangkasbitung hanya melayani perjalanan sampai Stasiun Palmerah. Setelah itu, rangkaian kembali diberangkatkan menuju arah Rangkasbitung.

Layanan TransJakarta juga mengalami penyesuaian akibat penutupan jalan di sekitar Gedung DPR. Rute TransJakarta koridor 9 dialihkan.

Sejumlah layanan lainnya mengalami perubahan perjalanan, termasuk perpendekan maupun penghentian sementara, menyesuaikan kondisi keamanan di lapangan.

Ruas Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR sebelumnya ditutup karena aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung sejak Kamis siang.


Topik

Peristiwa Ampb demo dewan pati Supriyono



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa