Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sudah Digelar Sebelas Kali, Wali Kota Tegaskan Festival Mbois Bukan Agenda Pemkot Malang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Aug - 2026, 19:46

Placeholder
Gelaran Festival Mbois.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan Festival Mbois bukan kegiatan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Festival tersebut merupakan kegiatan komunitas yang diselenggarakan Malang Creative Fusion (MCF).

Penegasan itu disampaikan Wahyu saat menanggapi polemik penimpaan mural legendaris “Malang The Glory Land” di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang. Mural karya almarhum Heri Sucahyo alias Sam Nyek itu sebelumnya ditimpa mural bertuliskan “Malang Menyala Bersama”.

Baca Juga : Bikin Anak Lupa Gadget, Ratusan Layang-Layang Serbu Langit Karas Magetan

“Itu kan komunitas yang menyelenggarakan. Jadi kami dari Pemerintah Kota Malang tidak terlibat langsung terkait dengan ini,” ujar Wahyu belum lama ini. 

Menurut Wahyu, Festival Mbois telah digelar sebanyak 11 kali. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh komunitas dan bukan bagian dari agenda resmi Pemkot Malang.

Pemkot Malang, kata dia, selama ini hanya memberikan dukungan secara moral terhadap kegiatan kreatif yang diselenggarakan komunitas di Kota Malang.

“Kita hanya menyemangati, ‘oke, melaksanakan Festival Mbois, silakan’. Jadi tidak ada kaitannya langsung,” tegasnya.

Terkait penimpaan mural, Wahyu mengaku menyayangkan tindakan tersebut. Terlebih, mural “Malang The Glory Land” telah menjadi bagian dari ruang publik Kota Malang sejak dibuat pada 2016.

“Mereka kan tiba-tiba melakukan. Kami tidak mengetahui secara langsung. Setelah ini ya kita sayangkan,” katanya.

Polemik mencuat setelah mural tersebut ditimpa dengan mural “Malang Menyala Bersama” yang berkaitan dengan pelaksanaan Festival Mbois 11. Penimpaan itu kemudian mendapat sorotan dari masyarakat, pelaku seni hingga sejumlah musisi lokal.

Wahyu menyebut pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut telah bertemu untuk membahas polemik mural. Setelah mendapat sorotan, mural “Malang Menyala Bersama” kemudian dihapus dan bagian dindingnya diblok dengan cat biru.

Baca Juga : Remiliterisasi di Era Prabowo, Peneliti Imparsial: Profesionalisme Militer Terancam Bergeser

Sementara itu, Wahyu juga menjelaskan kehadiran menteri dalam rangkaian Festival Mbois 11. Menurutnya, kehadiran tersebut bukan atas undangan Pemkot Malang, melainkan undangan dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

“Jadi kedatangan Pak Menteri di sini memang undangan dari ICCN, bukan undangan dari Pemerintah Kota Malang. Tapi karena ada Pak Menteri datang, saya harus mendampingi,” jelasnya.

Terkait kabar sejumlah band lokal memilih mundur dari Festival Mbois 11 sebagai bentuk protes, Wahyu mengaku belum mengetahuinya. Ia menyebut belum menerima laporan mengenai adanya peserta yang mengundurkan diri.

“Saya tidak tahu. Karena kegiatan ini murni komunitas, dari Malang Creative Fusion,” imbuhnya.

Kini, setelah mural “Malang Menyala Bersama” dihapus, muncul banner yang menyatakan mural “Malang The Glory Land” akan dikembalikan atau ditulis ulang.


Topik

Peristiwa festifal mbois wahyu hidayat kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri