JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten Blitar mendorong nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada peringatan seremonial. Spirit Maulid Nabi diharapkan tumbuh menjadi kekuatan sosial untuk menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Pendopo Nyadong Berkah, Dusun Sambong, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga : BMKG Peringatkan Kekeringan Ekstrem Agustus 2026, Ini Daerah yang Masuk Kategori Awas
Kegiatan berlangsung khidmat dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Sejumlah ulama dan tokoh turut hadir, di antaranya Gus Kautsar dan Gus Iqdam, jajaran MUI Kabupaten Blitar, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Blitar, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta tokoh agama dan masyarakat.
Beky mengapresiasi masyarakat dan jamaah yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Menurut dia, peringatan Maulid merupakan ruang untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, sekaligus memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Beky.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan daerah menjaga harmoni sosial. Pemerintah daerah memandang kerukunan sebagai salah satu modal penting pembangunan. Program pemerintah, menurut Beky, akan berjalan lebih kuat ketika mendapat dukungan dan keterlibatan masyarakat.
Ia pun mengajak warga mempertahankan budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kabupaten Blitar. Pembangunan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama untuk menjaga manfaatnya dalam jangka panjang.
“Mari terus kita jaga kerukunan dan semangat gotong royong. Kita dukung program pembangunan pemerintah dan bersama-sama menjaga serta merawat hasil pembangunan yang telah ada,” ujarnya.

Dari Keteladanan Rasulullah hingga Kepastian Tanah Wakaf
Peringatan Maulid kali ini sekaligus menghadirkan langkah konkret dalam penguatan kehidupan keagamaan. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan sertipikat tanah wakaf kepada Yayasan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Sertipikat tanah wakaf juga diserahkan secara simbolis kepada MWC NU Wlingi.
Penyerahan sertipikat menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Legalitas tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan aset keagamaan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan pendidikan, sosial, dan pelayanan umat.
Baca Juga : Gandeng Rumah Sakit hingga Bidan, Dispendukcapil Kota Blitar Dekatkan Layanan Adminduk
“Dengan adanya sertipikat ini, aset wakaf memiliki kepastian hukum yang jelas. Harapannya dapat dikelola dengan baik, dijaga bersama, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan umat, baik untuk pendidikan, kegiatan keagamaan maupun sosial,” kata Beky.
Rangkaian Maulid Nabi yang bertepatan dengan suasana peringatan kemerdekaan itu sekaligus mempertemukan dua semangat: keteladanan Rasulullah dan kecintaan terhadap bangsa. Keduanya diarahkan pada tujuan yang sama, yakni membangun kehidupan masyarakat yang rukun, peduli dan bergotong royong.

Bagi Pemkab Blitar, kekuatan sosial semacam itu menjadi fondasi penting pembangunan. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, pembangunan tidak semata diukur dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari tumbuhnya solidaritas dan rasa memiliki terhadap daerah.
“Semangat Maulid Nabi dan kemerdekaan harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari jaga persaudaraan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Kabupaten Blitar agar semakin maju, sejahtera, serta memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkas Beky.
