Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gempa M 7,7 Guncang NTT: 2 Orang Meninggal, RSUD Ruteng hingga Hotel di Labuan Bajo Rusak

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

15 - Aug - 2026, 13:44

Placeholder
Gedung Unika Santu Paulus Ruteng runtuh dinding pengisi (infill wall) dan selubung luar di beberapa lantai usai gempa. (Foto: X)

JATIMTIMES - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7, 7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah daerah hingga membuat warga berhamburan keluar rumah.

Gempa terjadi pukul 04.58.24 WIB. Episentrum berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga NTB dan Sulawesi Selatan. 

Baca Juga : Profil Putri Andriani Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal saat Ulang Tahun

Dampak gempa mulai terlihat di sejumlah daerah. BNPB melaporkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Kedua korban meninggal tercatat di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

"Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip Antara, Sabtu (15/8/2026). 

Selain itu, kerusakan  dilaporkan terjadi mulai dari Maumere, Kabupaten Sikka, hingga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan pihaknya menerima laporan sejumlah tembok rumah roboh. Kerusakan juga ditemukan pada fasilitas umum.

"Sementara ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, sekitar IV-V MMI," kata Teguh dalam siaran langsung di YouTube BMKG, Sabtu (15/8/2026).

Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo juga dilaporkan terdampak. BMKG berencana melakukan survei untuk memastikan tingkat kerusakan di lokasi.

"Kategori kerusakan sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, dengan sekitaran Vi-VII MMI, BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak," jelasnya.

Di Ruteng, Kabupaten Manggarai, sejumlah bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan. Warga setempat menyebut kerusakan cukup parah terjadi di beberapa fasilitas, termasuk RSUD Ben Mboi.

“RSUD yang paling parah. Gedung Kampus Universitas Katolik St Paulus juga,” kata warga Ruteng, Marten Dhae.

Marten juga melihat kerusakan pada bangunan Bank NTT. “Baru saja saya keliling, bangunan Bank NTT di Ruteng juga lumayan parah,” sambungnya.

Kerusakan di RSUD Ben Mboi juga membuat sejumlah pasien dievakuasi ke luar gedung dan ditempatkan di sekitar jalan dekat rumah sakit.

Sebelumnya, guncangan gempa dirasakan kuat di Nagekeo. Warga merasakan gempa selama kurang lebih satu menit dan berhamburan meninggalkan rumah.

Kondisi serupa terjadi di Sikka dan Manggarai Barat. BPBD di daerah-daerah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan warga di kawasan pesisir untuk melakukan evakuasi.

Sebelumnya, BMKG  mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir. BNPB tetap meminta masyarakat di kawasan pesisir mengikuti informasi resmi dan tidak terburu-buru kembali ke lokasi yang berisiko. 

Baca Juga : Daftar Wilayah Waspada Tsunami usai Gempa M 7,7 Guncang Mbay NTT

Getaran gempa tidak hanya dirasakan di NTT. Masyarakat di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), turut merasakan guncangan.

Sejumlah daerah di Sulawesi Selatan juga terdampak guncangan, antara lain Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros. Sebagian warga dilaporkan keluar rumah karena merasakan getaran cukup kuat.

Aktivitas gempa masih berlanjut setelah gempa utama. Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara M 3,6 hingga M 6,2.

"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," demikian keterangan BMKG dalam siaran langsung di YouTube, Sabtu (15/8/2026).

Beberapa gempa susulan berkekuatan cukup besar tercatat tak lama setelah gempa utama. Di antaranya M 6,2 pada pukul 05.13.53 WIB, M 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan M 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk M 5,5.

Berdasarkan informasi sementara BMKG, aktivitas gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

BNPB masih melakukan pemutakhiran data mengenai korban, kerusakan bangunan dan dampak lain akibat gempa. Tim gabungan di lapangan juga masih melakukan evakuasi serta pendataan.

Masyarakat diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Bangunan yang telah terdampak dapat menjadi berbahaya apabila kembali terjadi guncangan.

BMKG juga meminta warga tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," jelasnya.


Topik

Peristiwa Gempa NTT gempa Nusa Tenggara Timur gempa bumi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy