Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Peristiwa Rengasdengklok: Sejarah, Kronologi, Tokoh, dan Maknanya bagi Kemerdekaan Indonesia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

14 - Aug - 2026, 19:17

Placeholder
Momen pertemuan para tokoh kemerdekaan RI (sekitar akhir tahun 1945). (Foto: ChatGPT)

JATIMTIMES - Peristiwa Rengasdengklok menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Peristiwa yang terjadi sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan itu berkaitan erat dengan perbedaan pandangan antara golongan muda dan golongan tua mengenai waktu pelaksanaan proklamasi.

Rengasdengklok sendiri merupakan sebuah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Nama daerah tersebut kemudian lekat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan setelah Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke sana oleh sejumlah pemuda pada 16 Agustus 1945.

Baca Juga : Simak Pidato Presiden, DPRD Kabupaten Blitar: Pembangunan Harus Berpihak kepada Rakyat

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dalam Peristiwa Rengasdengklok dan mengapa peristiwa tersebut dianggap penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia?

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok tidak bisa dilepaskan dari perbedaan sikap antara golongan muda dan golongan tua mengenai pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Menurut buku Sejarah Indonesia Kelas XI: Proklamasi Kemerdekaan dan Maknanya bagi Bangsa Indonesia (2020) yang disusun Ersontowi, perbedaan tersebut semakin kuat setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.

Jepang menyerah kepada Sekutu setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Kondisi tersebut dimanfaatkan golongan muda untuk mendesak agar Indonesia segera menyatakan kemerdekaannya.

Sutan Sjahrir kemudian menyampaikan kepada Mohammad Hatta bahwa Indonesia seharusnya segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu keputusan Jepang. Namun, Hatta berpandangan bahwa persoalan kemerdekaan akan dibahas melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Soekarno juga memiliki pandangan serupa dengan Hatta. Ia tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa karena dirinya merupakan ketua PPKI.

Golongan Muda Mendesak Soekarno-Hatta

Perbedaan pandangan tersebut membuat golongan muda mengadakan pertemuan pada malam 15 Agustus 1945. Pertemuan yang dipimpin Chaerul Saleh itu membahas langkah yang perlu dilakukan agar Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan.

Setelah pertemuan tersebut, Wikana dan Darwis mendatangi kediaman Soekarno sekitar pukul 22.00 WIB. Keduanya menyampaikan desakan agar proklamasi dilakukan pada 16 Agustus 1945.

Namun, Soekarno tetap menolak mengambil keputusan secara sepihak. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab sebagai ketua PPKI dan akan membicarakan persoalan tersebut dengan anggota lainnya.

Perbedaan pendapat inilah yang kemudian menjadi salah satu latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok.

Soekarno dan Hatta Dibawa ke Rengasdengklok

Setelah melalui pertemuan dan pembicaraan hingga dini hari, golongan muda mengambil keputusan untuk membawa Soekarno dan Hatta keluar dari Jakarta.

Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang. Langkah tersebut dilakukan agar keduanya tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang sekaligus untuk meyakinkan mereka bahwa kemerdekaan harus segera diproklamasikan.

Soekarno ketika itu tidak sendirian. Ia turut ditemani Fatmawati dan putranya, Guntur Soekarnoputra.

Sesampainya di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta berada di rumah Djiaw Kie Siong. Para pemuda terus menyampaikan keyakinan bahwa Jepang telah menyerah dan Indonesia memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri.

Salah satu tokoh pemuda, Sukarni, bahkan menyampaikan bahwa para pemuda telah bersiap untuk bergerak apabila proklamasi segera dikumandangkan.

Kesepakatan untuk Melaksanakan Proklamasi

Saat Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok, pembicaraan mengenai proklamasi juga berlangsung di Jakarta.

Achmad Soebardjo dari golongan tua kemudian berunding dengan Wikana yang mewakili golongan muda. Dari perundingan tersebut diperoleh kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan di Jakarta.

Achmad Soebardjo bersama Yusuf Kunto kemudian berangkat menuju Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta.

Soebardjo memberikan jaminan bahwa proklamasi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945. Setelah mendapatkan jaminan tersebut, para pemuda akhirnya bersedia mengembalikan Soekarno dan Hatta ke Jakarta.

Perjalanan selanjutnya membawa para tokoh menuju proses penyusunan teks Proklamasi. Pada malam 16 Agustus 1945, teks proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Baca Juga : Diskon Tiket Kereta 17 Persen, Ini Jadwal Beli dan Syarat Perjalanan 17 Agustus

Keesokan harinya, 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya dibacakan Soekarno didampingi Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Tokoh-Tokoh dalam Peristiwa Rengasdengklok

Lantas, siapa saja tokoh yang terlibat dalam Peristiwa Rengasdengklok?

Dikutip dari buku Pengetahuan Sosial: Kenali Lingkungan Sosialmu untuk Kelas VI karya Nana Supriatna, sejumlah tokoh yang berkaitan dengan peristiwa tersebut berasal dari golongan muda maupun golongan tua.

Tokoh golongan muda

Beberapa tokoh golongan muda yang disebut dalam sumber tersebut antara lain:

• Chaerul Saleh

• Darwis

• Wikana

• Sayuti Melik

Golongan muda menjadi kelompok yang paling kuat mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan.

Tokoh golongan tua

Sementara itu, tokoh-tokoh yang termasuk golongan tua antara lain:

• Soekarno

• Mohammad Hatta

• Achmad Soebardjo

Meski memiliki perbedaan pandangan mengenai waktu pelaksanaan proklamasi, kedua kelompok tersebut pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Apa Arti Penting Peristiwa Rengasdengklok?

Peristiwa Rengasdengklok memiliki arti penting dalam sejarah Indonesia karena turut mendorong percepatan Proklamasi Kemerdekaan.

Golongan muda berusaha memastikan Soekarno dan Hatta tidak menunda proklamasi karena menunggu keputusan Jepang. Tekanan tersebut kemudian berujung pada kesepakatan bahwa kemerdekaan Indonesia akan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Peristiwa ini juga memperlihatkan besarnya peran pemuda dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Meskipun terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua, keduanya akhirnya dapat mencapai kesepakatan.

Dengan demikian, Rengasdengklok bukan sekadar tempat Soekarno dan Hatta dibawa oleh para pemuda. Peristiwa tersebut menjadi salah satu mata rantai penting yang mengantarkan Indonesia menuju Proklamasi


Topik

Serba Serbi Rengasdengklok detik-detik kemerdekaan Proklamasi Kemerdekaan RI sejarah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy