Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Parkir Dibatasi, Personel Ditambah, Kemacetan Masih Hantui Koridor Kayutangan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Aug - 2026, 18:17

Placeholder
Kondisi ruas jalan Koridor Kajoetangan Heritage.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya mengurai kemacetan di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang kembali menghadapi persoalan klasik. Pembatasan parkir di tepi Jalan Basuki Rachmat belum sepenuhnya mampu membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut lebih lancar.

Kayutangan Heritage kini menjadi salah satu magnet wisata Kota Malang, terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Namun meningkatnya aktivitas pengunjung justru berhadapan dengan keterbatasan ruang jalan, parkir, hingga aktivitas perdagangan di sepanjang koridor tersebut.

Baca Juga : HUT Arema 11 Agustus, 250 Personel Gabungan Disiagakan di Kota Malang

Pemkot Malang sebelumnya telah mengurangi ruang parkir kendaraan di tepi Jalan Basuki Rachmat. Kebijakan itu diharapkan dapat mengurangi hambatan kendaraan sekaligus menjaga fungsi jalan sebagai jalur utama lalu lintas.

Persoalannya, pembatasan parkir belum otomatis menghilangkan aktivitas parkir. Di sejumlah titik, kendaraan masih ditemukan berhenti atau parkir pada lokasi yang tidak diperbolehkan. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi belum meratanya lokasi parkir yang tersedia bagi pengunjung.

Jarak antara kantong parkir dengan tujuan pengunjung juga menjadi persoalan tersendiri. Ketika lokasi parkir dianggap terlalu jauh atau kapasitasnya tidak mencukupi, kendaraan akhirnya berpotensi kembali mengambil ruang di badan maupun bahu jalan.

Aktivitas kendaraan yang keluar-masuk area parkir turut menjadi titik gangguan. Pada saat volume kendaraan meningkat, manuver kendaraan untuk mencari atau meninggalkan tempat parkir dapat memperlambat arus lalu lintas di koridor Kayutangan.

Kondisi itu membuat persoalan kemacetan di kawasan heritage tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengurangi parkir di tepi jalan. Pengaturan kendaraan, ketersediaan kantong parkir, aktivitas PKL, hingga kepatuhan pengguna jalan menjadi persoalan yang saling berkaitan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, kemacetan di Kayutangan menjadi salah satu perhatian pihaknya. Terlebih, keluhan masyarakat terkait kondisi lalu lintas di kawasan tersebut cukup banyak disampaikan melalui media sosial Dishub.

"Mulai saat ini di tiap akhir pekan akan kami siagakan personel yang akan membantu kelancaran arus lalu lintas," ujar Jaya.

Baca Juga : Sekitar 520 Hektare Lahan Terdampak Kebakaran Hutan Bromo

Menurutnya, penempatan personel tidak hanya dilakukan pada akhir pekan. Dishub juga akan meningkatkan pengawasan ketika terjadi lonjakan kunjungan pada masa libur panjang.

Jaya meminta juru parkir tidak memaksakan kendaraan masuk apabila kapasitas lokasi parkir telah penuh. Kendaraan juga diminta tidak diparkir pada titik yang memang telah dilarang.

"Kami menghimbau bagi juru parkir untuk dapat memarkir kendaraan sesuai ketentuan. Jika sudah tidak ada tempat, jangan paksakan untuk memarkir kendaraan," tegasnya.

Dalam pengawasan tersebut, Dishub juga melibatkan Satpol PP Kota Malang. Salah satu sasarannya adalah aktivitas PKL yang menggunakan trotoar karena dinilai dapat mempersempit ruang pedestrian sekaligus mendorong kendaraan berhenti atau parkir di bahu jalan.

Jaya berharap pengaturan lalu lintas dan penertiban aktivitas di sepanjang koridor tersebut dapat mengembalikan fungsi ruang jalan. Dengan begitu, Kayutangan tidak hanya menjadi destinasi wisata yang ramai, tetapi juga tetap nyaman bagi pejalan kaki, pengunjung, maupun pengguna jalan.


Topik

Peristiwa kota malang dishub kota malang kayutangan heritage macet



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri