JATIMTIMES - Unggahan yang menyebut ratusan titik lokasi Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, berada di atas laut viral di media sosial. Temuan itu sontak viral hingga menuai pertanyaan publik mengenai validitas data pada aplikasi Simkopdes yang digunakan dalam pendataan koperasi.
Unggahan tersebut dibagikan akun X @feriza*** pada Senin (3/8/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan tangkapan layar peta yang menunjukkan sejumlah titik lokasi Kopdes Merah Putih berada di wilayah perairan.
Baca Juga : Inflasi Kota Malang Juli 2026 Capai 2,83 Persen, Emas Perhiasan hingga Bensin Jadi Pemicu Utama
"Bukan cuman di atas gunung...! Titik Lokasi 135 Koperasi Desa Merah Putih Di Kalimantan Selatan Berada di Tengah Laut...!" tulis akun tersebut.
Unggahan itu menyebut terdapat 135 Kopdes Merah Putih yang terdaftar di Kabupaten Tapin dalam aplikasi Simkopdes. Namun saat fitur pemetaan dibuka, sejumlah titik koordinat koperasi justru muncul di atas laut, bukan di wilayah daratan.
Temuan tersebut menambah sorotan publik terhadap program Kopdes Merah Putih. Sebelumnya, sempat beredar berbagai unggahan yang menampilkan titik koperasi berada di atas gunung, saling berhadapan, hingga berada di area pemakaman.
Karena program ini menggunakan dukungan anggaran negara, warganet menilai akurasi data yang ditampilkan dalam sistem pemetaan menjadi hal penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Selatan Rahmadin membenarkan adanya kekeliruan pada titik koordinat yang tampil di aplikasi. Menurut dia, persoalan tersebut bukan karena koperasi dibangun di laut, melainkan terjadi kesalahan teknis saat proses overlay pada sistem pemetaan digital.
Overlay merupakan teknik menumpuk data spasial atau elemen grafis pada peta digital agar sesuai dengan koordinat lintang dan bujur. "Kami sudah melaporkan ke Asdev Digitalisasi Kementerian Koperasi dan disesuaikan kembali. Jadi, ada pergeseran titik pada saat overlay," ujar Rahmadin, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, setelah laporan disampaikan kepada Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi, titik koordinat tersebut telah dilakukan penyesuaian.
Rahmadin juga memastikan kesalahan koordinat itu tidak memengaruhi pembangunan maupun pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Selatan.
Baca Juga : Mulai 17 Agustus 2026, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Selesai Maksimal 30 Hari, Ini Aturan Barunya
"Kami sudah melaporkan ke Asdev Digitalisasi koperasi dan disesuaikan kembali. Jadi ada pergeseran titik pada saat overlay," jelasnya.
Rahmadin menyebut pemerintah menargetkan pembangunan 512 Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Selatan.
Dari jumlah tersebut, 208 koperasi telah selesai dibangun 100 persen. Sedangkan 304 koperasi lainnya masih dalam proses penyelesaian.
"Yang terbangun 100 persen sebanyak 208 koperasi dan yang masih berprogres sebanyak 304 jadi total 512 dibangun," beber Rahmadin.
Meski ratusan bangunan koperasi telah rampung, seluruhnya masih dalam tahap persiapan operasional.
"Secara formal belum beroperasi. Yang paling banyak di Tapin 36, Tabalong 35, Tanah Bumbu 23 dan Banjar 24. Sisanya di kabupaten lain," pungkas Rahmadin.
