JATIMTIMES - Cuaca panas yang mulai terasa di berbagai daerah membuat pemilik tanaman perlu memberikan perhatian ekstra. Seiring berkurangnya intensitas hujan, tanaman hias maupun tanaman produktif lebih bergantung pada penyiraman rutin agar tetap tumbuh sehat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat kelembapan tanah lebih cepat berkurang sehingga tanaman berisiko mengalami kekeringan jika tidak dirawat dengan benar.
Baca Juga : HUT RI 2026 Sebentar Lagi! Ini 27 Ide Lomba 17 Agustus yang Seru, Lengkap Cara Bermainnya
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Apakah cukup sekali sehari atau perlu dilakukan dua kali?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Southern Living Plants, waktu penyiraman sangat memengaruhi kemampuan tanaman menyerap air sekaligus menjaga kesehatannya.
Waktu Terbaik Menyiram Tanaman
Penyiraman paling ideal dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terbit atau saat matahari belum terlalu terik. Pada waktu tersebut, air memiliki kesempatan meresap hingga ke akar sebelum suhu meningkat.
Selain itu, penyiraman pada pagi hari membantu tanaman mempersiapkan proses fotosintesis sepanjang siang sehingga pertumbuhannya tetap optimal.
Alternatif lainnya adalah menjelang sore ketika matahari mulai terbenam. Penyiraman sore dapat membantu menurunkan suhu tanaman setelah seharian terpapar panas.
Namun, untuk jenis tanaman yang hanya memerlukan penyiraman sekali dalam sehari, para ahli lebih menyarankan penyiraman dilakukan pada pagi hari. Hal ini karena daun dan permukaan tanah masih memiliki waktu untuk mengering sebelum malam tiba, sehingga risiko munculnya jamur, pembusukan akar, maupun serangan serangga dapat diminimalkan.
Hindari Menyiram saat Matahari Terik
Menyiram tanaman pada siang hari bukan pilihan yang tepat, terutama ketika cuaca sangat panas.
Saat matahari sedang terik, sebagian besar air akan lebih cepat menguap sebelum sempat diserap oleh tanah dan akar tanaman. Akibatnya, penyiraman menjadi kurang efektif dan tanaman tetap berpotensi mengalami kekurangan air.
Karena itu, jika terpaksa menyiram di luar jadwal, lakukan ketika sinar matahari sudah tidak terlalu menyengat agar air dapat terserap lebih maksimal.
Jadikan Kondisi Tanah sebagai Acuan
Selain mengikuti jadwal penyiraman, kondisi tanah juga perlu menjadi acuan utama.
Jika permukaan tanah sudah terasa kering saat disentuh, berarti tanaman membutuhkan tambahan air. Sebaliknya, apabila tanah masih lembap, sebaiknya tunda penyiraman agar akar tidak tergenang air terlalu lama.
Cara sederhana ini membantu mencegah tanaman mengalami kelebihan air yang juga dapat menghambat pertumbuhan serta memicu pembusukan akar.
Sesuaikan Frekuensi Penyiraman dengan Umur Tanaman
Frekuensi penyiraman juga dipengaruhi usia tanaman.
Baca Juga : 2 Negara dengan Program Makan Bergizi Gratis Terbaik di Dunia, Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas
Tanaman yang baru ditanam atau masih muda umumnya membutuhkan lebih banyak air karena sedang membentuk sistem perakaran dan batang. Ketersediaan air yang cukup membantu proses pertumbuhan berlangsung optimal.
Sementara itu, tanaman yang sudah dewasa biasanya memiliki akar yang lebih kuat sehingga kebutuhan airnya tidak sebanyak tanaman muda. Meski demikian, setiap jenis tanaman memiliki karakteristik berbeda sehingga kebutuhan airnya tetap perlu disesuaikan.
Tips Menjaga Tanaman Tetap Sehat saat Musim Kemarau
Selain menyiram pada waktu yang tepat, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar tanaman tetap segar meski cuaca panas.
• Gunakan mulsa atau penutup tanah untuk membantu menjaga kelembapan media tanam.
• Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tetap sehat.
• Letakkan tanaman yang sensitif terhadap panas di area yang mendapat naungan saat siang hari.
• Pangkas daun atau ranting yang sudah kering agar energi tanaman difokuskan pada bagian yang masih sehat.
• Berikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, namun hindari pemupukan berlebihan ketika suhu udara sedang sangat tinggi.
Dengan perawatan yang tepat, tanaman tidak hanya terhindar dari kekeringan, tetapi juga tetap tumbuh subur selama musim kemarau.
Memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026, pemilik tanaman disarankan lebih rutin memantau kondisi media tanam dan kebutuhan air setiap jenis tanaman. Penyiraman yang dilakukan pada waktu yang tepat, disertai perawatan yang sesuai, dapat membantu tanaman tetap sehat meski menghadapi cuaca panas berkepanjangan.
