Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Bahaya Memiliki Khodam Jin, Ulama Jelaskan Bisa Menjadi Jalan Tipu Daya Setan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

15 - Jul - 2026, 10:05

Placeholder
Ilustrasi jin khodam yang dimiliki seseorang. (ist)

JATIMTIMES - Memiliki khodam jin kerap dianggap sebagian orang sebagai kelebihan karena diyakini dapat memberikan perlindungan maupun kemampuan tertentu. Namun, pandangan itu justru diperingatkan oleh ulama ahli Al-Qur'an KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Menurut dia, menjalin hubungan dengan jin menyimpan bahaya besar karena pada hakikatnya bangsa jin tetap memiliki sifat menipu dan dapat menyesatkan manusia.

Dalam kajian yang dikutip dari Iqra.id dan bersumber dari Channel Kajian Cerdas Official, pengasuh Pesantren Tahfidz LP3IA Narukan, Rembang, itu menjelaskan bahwa memiliki khodam jin bukanlah sesuatu yang patut dicari. Bahkan, seseorang yang mampu menguasai jin sekalipun tidak dijamin aman dari tipu daya mereka.

Baca Juga : Tumbuh Kembangkan Karakter Luhur, Polsek Purwoharjo Beri Penyuluhan Kamtibmas kepada Siswa Baru Mts NU 1 Purwoharjo

Sebagai contoh, Gus Baha mengisahkan peristiwa yang dikaitkan dengan Nabi Sulaiman AS. Meski dianugerahi kemampuan memimpin bangsa jin atas izin Allah, Nabi Sulaiman tetap pernah menghadapi tipu muslihat mereka.

Dikisahkan, ketika beliau meninggalkan cincinnya saat hendak ke kamar mandi,  jin mengambil kesempatan dengan menyamar menyerupai Nabi Sulaiman dan duduk di singgasana kerajaan. Akibatnya, masyarakat mengira sosok palsu itulah Nabi Sulaiman. Sedangkan beliau yang asli justru dianggap orang gila.

Dalam kondisi tersebut, Nabi Sulaiman memohon pertolongan kepada Allah sebagaimana firman-Nya dalam Surah Shad ayat 35.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."

Menurut Gus Baha, kisah itu menunjukkan bahwa jin tidak dapat dijadikan sandaran karena selalu berusaha mengakali manusia. Oleh sebab itu, para ulama sejak dahulu mengingatkan agar seseorang tidak mencari khodam jin meskipun memiliki pengetahuan agama yang tinggi.

"Silakan kamu alim, tapi jangan punya khodam jin. Sebab jin itu tetap mengakali," kata Gus Baha.

Ia mengaku memahami persoalan tersebut karena dibesarkan di lingkungan keluarga kiai. Bahkan, ayahnya sejak kecil selalu berpesan agar dirinya tidak pernah mencoba memimpin atau menjalin hubungan dengan bangsa jin.

Baca Juga : Grand Mercure Malang Mirama Kantongi Sertifikasi Green Key, Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan

Gus Baha juga menjelaskan bahwa setelah Nabi Sulaiman wafat, setan menyebarkan fitnah dengan menanamkan sebuah kitab berisi mantra di bawah singgasana beliau. Kitab itu kemudian ditemukan masyarakat dan dijadikan dasar untuk menuduh Nabi Sulaiman memperoleh kekuasaan melalui sihir.

Padahal, Allah SWT telah membantah tuduhan tersebut melalui Surah Al Baqarah ayat 102.

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Padahal Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia."

Melalui penjelasan itu, Gus Baha menegaskan bahwa bahaya memiliki khodam jin bukan hanya berkaitan dengan dunia gaib, tetapi juga dapat menyeret seseorang kepada tipu daya setan, praktik sihir, serta keyakinan yang menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu, umat Islam diimbau untuk hanya memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT, bukan kepada jin atau kekuatan gaib lainnya.


Topik

Agama Khodam jin kajian Islam tipu daya setan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Agama

Artikel terkait di Agama