JATIMTIMES - Semangat peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 terus digaungkan Lapas Kelas I Malang melalui langkah nyata. Salah satunya dengan menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum pada Senin (6/5/2026) malam, sebagai upaya memperkuat komitmen menuju zero halinar.
Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan Polri, di antaranya personel Koramil Blimbing, Polresta Malang Kota, serta Brimob Pelopor B.
Baca Juga : Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Cair Lebih Cepat? Ini Jadwal April 2026
Razia diawali dengan apel pasukan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji. Apel tersebut menjadi momen konsolidasi sekaligus penguatan kesiapan seluruh personel sebelum pelaksanaan di lapangan.
Tak hanya petugas lapas, kegiatan ini juga diikuti calon ASN Pemasyarakatan serta aparat lintas instansi. Sinergi tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan lapas.
Dalam arahannya, Teguh Pamuji menegaskan bahwa razia bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan. Ia menekankan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Razia gabungan ini merupakan langkah konkret yang secara konsisten kami laksanakan sebagai bentuk komitmen menjaga Lapas Malang tetap zero halinar,” kata Teguh.
Arahan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh petugas agar tetap menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Dalam pelaksanaannya, razia dilakukan dengan menyisir tujuh kamar hunian yang dipilih secara acak dari beberapa blok. Proses penggeledahan berlangsung tertib, sistematis, serta sesuai prosedur. Setiap personel bekerja secara terkoordinasi guna memastikan efektivitas kegiatan.
Baca Juga : Sejumlah Rumah hingga Akses Jalan di Tirtoyudo Rusak Terdampak Longsor
“Saya instruksikan kepada seluruh personel untuk menjalankan tugas dengan tegas dan cermat, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis,” tegas Teguh.
Hasil dari razia tersebut, petugas menemukan beberapa potongan kabel dan logam, seperti potongan besi dan sendok. Menurut Teguh, sebenarnya barang yang ditemukan tersebut juga memang alat bekerja harian mereka. “Tetapi sebenarnya tidak boleh masuk kamar, akhirnya di sita,” tukas Teguh.
Razia ini tidak hanya berfungsi sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk menjaga stabilitas di dalam lapas. Teguh juga menekankan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala, tidak terbatas pada momen tertentu.
Langkah konsisten ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas dan profesionalitas jajaran pemasyarakatan, demi mewujudkan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari halinar.
