Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pasokan Daging Sapi di Kota Malang Masih Kurang, Harga di Pasar Tembus Rp135 Ribu Per Kg

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

06 - Mar - 2026, 16:29

Placeholder
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kebutuhan daging sapi di Kota Malang selama Ramadan disebut masih belum sepenuhnya tercukupi. Meski demikian, harga di tingkat distribusi relatif stabil.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan harga daging sapi saat ini masih berada di kisaran Rp122 ribu per kilogram. “Daging sapi tetap masih sekitar Rp122 ribu, tidak naik,” ujar Slamet.

Baca Juga : Gejolak Timur Tengah, Wali Kota Eri Siapkan Perketat Pengendalian Inflasi di Surabaya

Namun di sejumlah pasar tradisional, harga daging sapi sudah menyentuh sekitar Rp135 ribu per kilogram. Menurut Slamet, hal itu dipengaruhi proses distribusi hingga sampai ke tangan pedagang pasar.

Ia menjelaskan, pasokan daging sapi di Kota Malang sebagian besar berasal dari proses pemotongan di rumah potong hewan (RPH). Daging tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai pasar tradisional.

“Pasokannya dari luar, utamanya dari rumah potong hewan. Ada sekitar 25 jagal yang melakukan pemotongan, kemudian dibawa ke seluruh pasar di Kota Malang,” jelasnya.

Dalam sehari, jumlah sapi yang dipotong berkisar antara 30 hingga 40 ekor. Namun tonase daging yang dihasilkan bergantung pada ukuran sapi yang dipotong.

Meski pemotongan rutin dilakukan setiap hari, Slamet mengakui jumlah tersebut masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Secara kebutuhan memang masih kurang,” ungkapnya.

Baca Juga : Masih Ditemukan Manipulasi Data Desil, Dinsos Kota Batu Perketat Syarat Reaktivasi PBI JK

Ia menilai, meningkatnya permintaan selama Ramadan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Selain kebutuhan memasak untuk sahur dan berbuka, aktivitas masyarakat yang kembali meningkat juga ikut mendorong permintaan daging sapi.

“Karena momen Ramadan, masyarakat banyak yang masak untuk takjil dan sahur. Selain itu, aktivitas mahasiswa mulai aktif kuliah lagi. Jadi, permintaan ikut naik,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Daging sapi Kota Malang Dispangtan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan