JATIMTIMES - Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Anak-anak merupakan kelompok usia yang paling rentan mengalaminya. Penularannya bisa melalui udara, ketika anak menghirup udara yang mengandung bakteri TBC dari batuk orang yang terinfeksi.
Terkait dengan ciri penularan TBC, dr. Hendra Wardhana, Sp.A, menjelaskan jika flek paru itu memang tuberkulosis, biasanya pengobatannya harus dilakukan selama 6 bulan. Penularannya bisa terjadi saat sedang ngobrol dengan orang lain, atau semacamnya karena memang penularannya melalui udara.
Baca Juga : Kisah Inspiratif Inge, Pendongeng yang Menghidupkan Imajinasi Anak dan Tanamkan Hal Baik dalam Setiap Cerita
Terjadinya tuberkulosis pada anak, paling sering terjadi karena ditularkan oleh orang dewasa. Karena memang anak-anak kekebalan tubuhnya masih sangat rentan atau imunnya masih belum kuat, sehingga mudah tertular penyakit.
Ciri-ciri Tuberculosis pada Anak
dr. Hendra menjelaskan, yang membedakan antara TB dewasa dengan TB anak adalah pada TB anak biasanya memiliki sejumlah gejala. Di antaranya, anak demam lebih dari 2 minggu tanpa diketahui penyebab dengan jelas.
"Jadi demamnya itu setelah dilakukan pelacakan, namun tidak turun-turun demamnya. Nah itu bisa jangan-jangan ada TBC," jelas dr. Hendra dalam video di akun Tiktok pribadinya, dikutip Kamis (12/9/2024).
Gejala lain yakni batuk-batuk lebih dari 2 minggu. Juga berat badan tidak naik selama 2 bulan atau bahkan turun.
"Jadi paling sering dikeluhkan oleh ibu-ibu atau bapak-bapak itu berat badannya seret. Berat badannya tidak naik selama 2 bulan atau bahkan turun, itu paling sering ditemukan pada anak-anak dengan TBC atau flek paru," katanya.
"Jadi istilahnya tidak spesifik kalau pada anak, malah justru yang paling sering kita temukan itu karena berat badanya seret, itu saja sih sebetulnya," sambungnya.
Baca Juga : Vietnam Dilanda Topan Yagi, Bagaimana Dampaknya Bagi Indonesia?
Lantas anak dengan berat badan seret, namun tidak mengalami batuk atau demam, apakah itu sudah pasti TB? dr. Hendra menuturkan, sebetulnya bisa saja anak dengan berat badan seret namun tidak batuk dan demam terkena TB.
Namun penyebab berat badan seret itu banyak sekali, istilahnya harus disingkirkan satu persatu akar permasalahannya. Pertama harus dilihat apakah nutrisinya sudah bagus secara kualitas atau kuantitasnya. Apakah karbohidratnya, protein, dan lemaknya sudah sesuai atau belum.
Jika semuanya sudah sesuai, baru memikirkan kemungkinan yang lain seperti TB atau flek paru itu sendiri, ISK, anemia defisiensi besi, dan penyakit jantung bawaan.
"Jadi memang harus menyingkirkan satu per satu penyebabnya," tutup dr. Hendra.
