Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Jelang Idul Adha, Pj Wali Kota Malang Harapkan Komoditas Pangan Terkendali

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

11 - Jun - 2024, 18:27

Placeholder
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya agar stabilitas stok dan harga bahan pangan tetap terkendali pada momen Hari Raya Idul Adha. Bahkan untuk menyiapkan hal itu, Pemkot Malang juga menggelar high level meeting (HLM), Selasa (11/6/2024). 

Dalam hal ini, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa memang ada sejumlah komoditas bahan pangan harus bisa dikendalikan. Apalagi komoditas itu menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, seperti beras, minyak goreng hingga bawang merah. 

Baca Juga : Hindari Diskriminasi Pelayanan Difabel, Dinsos Kota Kediri Berikan Pelatihan Bahasa Isyarat

“Untuk beras, nanti kita akan dihadapkan dengan kekeringan yang akan datang, seperti persoalan pasokan kebutuhan air. Tetapi insya Allah kebutuhan beras di Kota Malang ini aman dan stok semua tercukupi,” ungkap Wahyu. 

Namun, yang menjadi bahasan utama adalah kemungkinan kenaikan harga pada bawang merah. Hal itu diprediksi bakal terjadi saat mendekati perayaan Hari Raya Idul Adha mendatang. 

"Ini sudah kita antisipasi, sehingga sekitar dua minggu yang lalu kita langsung memborong dari sana,” imbuh Wahyu. 

Sehingga, saat ini stok bawang merah terbilang dalam kondisi aman meskipun tetap dilakukan antisipasi. Yakni dengan mengoptimalkan program kerja sama antar-daerah (KAD). 

“Alhamdulillah kita dalam kondisi yang aman untuk bawang merah. Karena kita sudah melakukan kerja sama antar-daerah (KAD) dengan Probolinggo dan kita juga punya stok," terangnya.

Dengan KAD tersebut, Wahyu berharap bawang merah di pasaran tetap bisa diperoleh masyarakat dengan harga yang terjangkau. Walaupun harga bawang merah Probolinggo  lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, banyak masyarakat mencari bawang Probolinggo. 

Baca Juga : Pendidikan Tinggi dan Kewirausahaan: Membentuk Ekosistem Inovatif

“Dengan KAD kita mendapatkan harga yang relatif murah dan kita jual juga mengikuti. Bawang merah Probolinggo memang beda. Walaupun harganya sedikit lebih tinggi, kualitasnya lebih bagus,” jelas Wahyu.

Sebagai informasi, untuk saat ini inflasi Kota Malang terjadi deflasi 0,08 persen month to month (mtm). Namun, tentunya berbagai upaya dan langkah untuk mewaspadai fluktuasi harga tersebut terus dilakukan oleh TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kota Malang. 

“Ada sembilan upaya. Mulai dari pemantauan harga dan stok, rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok penting, pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah maupun sidak pasar, melakukan koordinasi dengan daerah produsen, realisasi BTT untuk pengendalian inflasi, serta pemberian bantuan transportasi dari APBD,” pungkas Wahyu. 


Topik

Pemerintahan Bahan pokok momen Idul Adha Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat harga terkendali komoditas pangan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy