Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Ikut Lomba NESCS, Mahasiswa UB Raih Juara II

Penulis : Paskalis Lisa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Mar - 2023, 21:06

Hafiz Okta Ramadhan dan teman-teman menerima penghargaan lomba NESCS di Gedung Markara Arcen, Universitas Indonesia, Jumat (10/3/2023).
Hafiz Okta Ramadhan dan teman-teman menerima penghargaan lomba NESCS di Gedung Markara Arcen, Universitas Indonesia, Jumat (10/3/2023).

JATIMTIMES – Salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Fakultas Pertanian, Program Studi Argoteklogi, Hafiz Okta Ramadhan berhasil meraih juara dua dalam lomba National Energy, Climate, Subtainability Competition (NESCS) yang diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy (SRE).

National Energy, Climate, Sustainability Competition (NECSC) merupakan perlombaan tingkat nasional yang dapat diikuti oleh mahasiswa dan pelajar SMA di Indonesia. Tema yang diangkat dalam kompetisi nasional ini adalah Reimaging the Future of Energy and Environment from Youth Contributions.

Baca Juga : Bertekad Kuasai Malang Raya, Begini Strategi PDIP pada Pemilu 2024

Hafis mengungkapkan, proses dalam lomba NECSC atau riset yang dia lakukan kurang lebih dua minggu yang lama memikirkan ide apa yang dia lombakan dan setelah itu pembuatan essay.

“Proses lomba yang saya ikuti kurang lebih dua minggu dan saya lama mencari ide apa yang saya bawakan dalam mengikuti lomba NECSC setelah mendapatkan ide saya langsung menulis essaynya lalu dikirimkan kepada panita penanggungjawab,” ungkapnya pada Jumat (910/3/2023).

Ia juga menjelaskan mendapat informasi lomba NECSC dari kakak tingakatnya, dia memcoba ikut serta dalam lomba tersebut dan berhasil meraih juara II.

“Saya mendapat informasi lomba NECSC itu dari kakak tingkat dan saya ikut serta dalam lomba tersebut yang adakan oleh Society of Renewable Energy (SRE) dan saya berhasil juara II,” ungkapnya pada Jumat (10/3/2023).

“Dalam lomba ini saya mengkaji daun trembesi, yang membantu mengurangi emisi karbon udara, daun trembesi memiliki potensi untuk menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan tumbuhan lain serta untuk memfilter udara dan memperbaiki kualitas udara,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan untuk menguatkan kajian tentang daun trembesi, ia melakukan riset terdahulu, membaca literatur serta jurnal terkait daun trembisi yang menyerap karbon udara dan mencari penelitian terdahulu terkait daun trembesi tersebut.

“Saya mendapatkan satu tumbuhan yang menyerab zat karbon yang ada di udara yaitu daun trembesi serta saya juga mencari inovasi terdahulu mengenai tumbuhan trembesi dan ternyata ada inovasi-inovasi terdahulu yang memanfatkan daun trembesi sebagai asroben dan sebagai filter udara tetapi filter itu hanya difokuskan pada knalpot kendaraan dan filter itu langsung pasang di kendaraan tersebut,” jelasnya.

“Dari situ saya berpikir kalau ini ingin realisasikan untuk mengurangi zat karbon yang ada di sekitar kita akan kurang efektif dan akhirknya saya menemukan solusi untuk membuat filter udara yang langsung menyerap gas emisi karbon agar udara menjadi lebih bersih,” kata Hafiz.

Baca Juga : Enam Desa Bakal Jalani Penilaian Visitasi dalam Lomba Desa Kabupaten Malang

Selanjutnya, ia juga menambahkan untuk memasukkan judul tersebut dalam lomba NECSC, Perlombaan ini dilaksanakan oleh SRE (Society of Renewable Energy). Organisasi ini  merupakan organisasi mahasiswa yang bergerak untuk mengembangkan minat dan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam bidang energi baru terbarukan.

“Kompentensi ini diselenggarakan oleh organisasi SRE  Indonesia dan juga mempunyai cabang-cabang di universitas yang mengadakan kompentensi langsung dari pusatnya di Jakarta. Awalnya itu online dan ada pemberitahuan lanjutan bahwa acara awarding atau pemberitahuan acara pemberian juara I, II dan III di lakukan secara ofline di Universitas Indonesia di Gedung Makara Arcen dan jumlah peserta lombanya mencapai 500 ratusan lebih,” tambahnya.

“Lomba yang saya ikuti lomba essay yang bersifat individu, yang diisi lomba essay itu konsep dan gagasan apa yang yang saya kerjakan di masa depan dan saya ingin melanjutkan penelitian ini sertabuntuk mengupgrate lagi dari kekurangan penelitian yang ada sebelumnya,” tandasnya.

Ia juga menuturkan hasil dari lomba tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori energi dan kategori lingkungan, dari dua kategori tersebut dipilih pemenang yang masuk 10 besar dan juara I akan mendapatkan piala menteri bergilir.

“Untuk kategori lomba energi itu dari menteri Sumber Daya Manusia (SDM) dan kategori lomba lingkungan itu dari Kementirian Lingkungan Hidup (KLH). Untuk juara I itu mendapatkan piala menteri bergilir dan benefit Rp 25 juta, dan saya meraih juara II dalam kompentensi tersebut mendapatkan benefit Rp 15 juta, juara ketiga Rp 10 juta dan juara yang ke sepuluh itu R,” tutur Hafiz.

“Selain itu, yang masuk 10 besar dalam lomba tersebut akan mengikuti magang Badan Usaha Milik Negara (BUMM) dan juga akan diadakan trip ke taman-taman nasional,” ujarnya.


Topik

Pendidikan Mahasiswa UB universitas brawijaya inovasi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Paskalis Lisa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni