Kiper Timnas Indonesia U-20 Aditya Arya Nugraha Ternyata Dulunya Seorang Stopper | Blitar TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Kiper Timnas Indonesia U-20 Aditya Arya Nugraha Ternyata Dulunya Seorang Stopper

Sep 21, 2022 19:02
Aditya Arya Nugraha saat ditemui JatimTIMES dirumahnya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Aditya Arya Nugraha saat ditemui JatimTIMES dirumahnya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Nama Aditya Arya Nugraha mungkin sudah tak asing lagi bagi pecinta sepak bola nasional. Dia adalah pesepakbola yang berposisi sebagai kiper asal Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang mampu mengantarkan Timnas Indonesia U-20 lolos ke Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan.

Salah satu kunci kemenangan Timnas Indonesia U-20 asuhan pelatih Shin Tae-yong hingga mampu lolos ke Piala Asia U-20 2023 adalah Aditya Arya Nugraha.

Baca Juga : Heboh Fetish KTP di Twitter, dr Boyke: Bukan Fetish tapi Penipuan

Kiper asal Kecamatan Pakis itu mendadak viral karena mampu mencatatkan penampilan perdananya bersama Timnas Indonesia saat melawan Vietnam U-20. Aditya, saat itu menggantikan Cahya Supriadi yang berbenturan dengan salah satu pemain belakang Timnas Indonesia ketika berduel udara.

Saat diberi kepercayaan pelatih Shin Tae-yong, Aditya tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Bahkan, beberapa peluang Vietnam U-20 mampu dimentahkan oleh pengagum dari Kurnia Meiga tersebut.

Melihat permainan yang cukup bagus itu, ternyata Aditya dulunya justru bukan seorang kiper. Saat berusia muda, Aditya bermain sebagai seorang stopper.

“Dulu waktu di SSB (sekolah sepak bola), saya itu jadi pemain biasa, jadi stopper saat itu,” kata Aditya yang ditemui JatimTIMES dirumahnya, Rabu (21/9/2022) sore.

Saat ditemui di rumahnya, Aditya yang saat itu hanya bersama ibunya mengaku melalui perjalanan panjang untuk menjadi pesepakbola. Bahkan, ia juga sama seperti anak muda lainnya yang menempuh pendidikan sepak bola dari SSB.

“Kalau dulu aku waktu SD itu ikut di Tumpang FC, ya saat itu saya masih main jadi stopper, lalu pindah ke Porma FC yang di Velodrome (Sawojajar) seingat saya SMP,” kata Aditya.

Kepindahan dari satu SSB ke SSB lain membuat salah satu pelatih melihat potensi besar Aditya sebagai kiper. Karena saat masih berusia muda, Aditya memiliki tinggi di atas rata-rata teman seusianya.

“Ya awalnya disuruh jadi kiper itu coba-coba, tapi ternyata kok nyaman, dan sampai sekarang Alhamdulillah jodohnya di posisi kiper,” beber Aditya.

Beranjak remaja, Aditya kemudian mendapat perhatian khusus dari pemandu bakat sepak bola. Namanya direkomendasikan untuk ikut di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA).

Baca Juga : Sejarah Sepeda Motor Pertama di Indonesia, Bermesin 1.489 CC Dijuluki Kereta Setan

Perjalanan awal itulah yang membuat karir Aditya semakin meningkat. Karena Aji Santoso juga melihat potensi dari kiper yang saat ini berusia 18 tahun itu.

“Saat ikut ASIFA saya dipantau coach Aji, lalu saya diajak untuk gabung Persebaya. Dan saat ini saya dikontrak selama tiga tahun,” ungkap Adit, sapaan akrabnya.

Gaya bicara yang kalem dan santun tak mampu mencerminkan permainan gagah dari Aditya saat mengawal gawang Merah Putih dari gempuran Vietnam U-20. Menurut Adit, momen tersebut sangat berharga baginya.

“Setelah gabung Persebaya, saya lalu dapat panggilan ke Timnas Indonesia U-20 bersama coach Shin Tae-yong,” ujar pengagum dari kiper Real Madrid Thibaut Courtois itu.

Berkat panggilan itu, Aditya merasa sangat bangga karena mampu bersaing dengan ribuan pesepakbola muda lainnya di Indonesia. Saat ini, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya layak dipilih masuk tim Garuda Muda.

“Senang dan bangga ikut bela Tanah Air, memang ini cita-cita dari kecil. Dari ribuan orang yang seleksi saya ikut terpilih, apalagi bisa bantu Indonesia lolos ke Piala Asia,” ungkap Aditya.

Sebagai informasi, Aditya Arya Nugraha usai pulang dari pertandingan melawan Vietnam U-20 lalu langsung kembali ke rumahnya. Betapa kagetnya ia saat itu disambut keluarga besar dan tetangga sekitarnya. Haru, bahagia dan bangga sangat tercermin dari pemuda yang baru lulus dari SMA Negeri 7 Kota Malang itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Timnas Indonesia JATIMTIMES

Berita Lainnya