Hadiri Sidang Tahunan MPR 2022, Presiden Jokowi Pilih Baju Adat Paksian dari Bangka, Ini Filosofinya | Blitar TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Hadiri Sidang Tahunan MPR 2022, Presiden Jokowi Pilih Baju Adat Paksian dari Bangka, Ini Filosofinya

Aug 16, 2022 12:20
Sidang tahunan MPR 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai baju memilih mengenakan baju Paksian adat dari Bangka Belitung. (Foto: Biro Pers Setpres)
Sidang tahunan MPR 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai baju memilih mengenakan baju Paksian adat dari Bangka Belitung. (Foto: Biro Pers Setpres)

JATIMTIMES - Menghadiri Sidang Tahunan MPR 2022,  Presiden Joko Widodo (Jokowi)  memilih mengenakan baju Paksian. Baju ini adat dari Bangka Belitung. 

Di balik pemilihan baju itu, ada alasan khusus. “Baju yang saya pakai ini dengan motif pucuk rebung yang melambangkan kerukunan,” ucap Jokowi, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga : Ini Peringkat Reputasi KPop Girl Group Agustus, Blackpink Urutan Pertama, Idolamu Nomor Berapa?

Jokowi memilih warna hijau karena mengandung filosofi kesejukan, harapan, dan pertumbuhan.

Sekretaris Pribadi Presiden Jokowi, Anggit Nugroho, menambahkan, sebelum terpilihnya baju yang dikenakan saat ini, terlebih dahulu dikumpulkan baju-baju adat dari daerah-daerah yang belum pernah dikenakan Jokowi.

“Dari sekian banyak busana adat tersebut, diseleksi hingga tinggal tuga buah,” ungkap Anggit.

 Jokowi pun menjatuhkan hatinya mengenakan baju adat Paksian dari Bangka Belitung. Baju ini terdiri dari jubah panjang sebatas betis, celana panjang, selempang dan kain tenun cual khas Bangka. Sedangkan untuk penutup kepala, dipakaikan sungkon. Di  baju terdapat ornamen hiasan bermotif pucuk rebung. 

Sebenarnya warna asli baju adat Ini adalah merah. Namun selaras dengan perkembangan zaman ,warna baju menyesuaikan selera pemakainya.

Anggit menambahkan, baju adat ini diperoleh dari perajin lokal di Bangka Belitung. Setelah selesai dibuat, baju adat itu kemudian dibawa ke Jakarta.

“Baju adat ini diperoleh langsung dari perajin lokal di Bangka Belitung. Pihak sespri menyampaikan ukuran baju dan celana presiden. Mereka yang menjahit dan menyiapkan baju beserta aksesorinya dalam waktu sekitar 3 hari,” imbuh Anggit.

Baca Juga : Sepakat, Masjid di Perum Green Garden Regency Gresik Segera Dibangun

Menurut dia,  di balik pemilihan baju adat tersebut, ada pesan yang ingin disampaikan mengenai kerukunan menjelang tahun politik. Disimbolkan dari motif baju pucuk rebung yang bermakna kerukunan dan warna hijau yang menyiratkan kesejukan dan ketenangan.

“Soal hijau-hijau ini juga nyambung dengan kerapnya Presiden Jokowi akhir-akhir ini bicara soal upaya Indonesia bertransformasi menuju ekonomi hijau, produk hijau, energi hijau, teknologi hijau, industri hijau yang saat ini telah menjadi tren global,” tutup Anggit

Sementara itu, busana yang digunakan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tidak disiapkan secara khusus oleh sespri. Iriana menyiapkan sendiri busana yang akan dikenakannya. “Dari mulai desain, pemilihan bahan, hingga menjadi baju siap pakai,” ujar Iriana.

Pada tahun 2019, baju adat Sasak dari Nuda Tenggara Barat yang dikenakan Jokowi.  Tahun 2020, baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur dan tahun 2021, baju adat Baduy dari Banten yang dipakai presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Sidang Tahunan MPR Baju adat presiden

Berita Lainnya