Kisah Raihanah, Menolak Masuk Islam hingga Jadi Istri Nabi | Blitar TIMES

Kisah Raihanah, Menolak Masuk Islam hingga Jadi Istri Nabi

Jun 16, 2021 08:53
Ilustrasi (istimewa)
Ilustrasi (istimewa)

MALANGTIMES - Semasa hidup, Nabi Muhammad SAW memiliki 13 istri. Beberapa yang Rasulullah nikahi merupakan wanita tahanan perang dan salah satunya adalah Raihanah binti Yazid bin Amru bin Khanaqoh. Meski sebagai istri nabi, Raihanah ternyata sempat menolak untuk masuk Islam. 

Abdul Malik Muhammad bin Hamid, dalam bukunya yang berjudul 150 perempuan salihah mengisahkan, bahwa memang Raihanah pernah menolak lamaran serta ajakan Nabi Muhammad untuk memeluk Islam.

Baca Juga : Fraksi Nasdem DPRD Banyuwangi Tolak Rencana Pengenaan PPN Sembako dan Sektor Pendidikan

Sebelum menjadi istri dari Nabi Muhammad, Raihanah merupakan istri dari seorang laki-laki yang bernama Al Hakam. Raihan sendiri merupakan sosok yang sangat cantik dan baik hati. Bahkan ia juga tergolong wanita yang sangat pandai, terlebih lagi dalam menganalisa sebuah permasalahan.

Dari kelebihan itulah, kemudian Raihanah sangat dicintai oleh suaminya Al-Hakam. Akan tetapi, suami Raihana kemudian tidak berumur panjang. Sepeninggal sang suami, Raihanah kemudian sempat berjanji untuk tidak akan menikah lagi.

Selama menjadi tawanan Nabi Muhammad pada perang Bani Quraiza, Rasulullah menawarkan kepada Raihanan untuk memeluk Islam. Akan tetapi, Raihanah menolak untuk memeluk Islam dan tetap memilih untuk menjadi Yahudi. 

Rasulullah kemudian memanggil Ibnu Saiyah dan menceritakan perihal penolakan Raihanah. Ibnu Saiyah kemudian membantu Rasulullah agar Raihanah mau untuk memeluk agama Islam. Ia kemudian pergi dan mendatangi Raihanah serta mengatakan,"Jangan ikuti kaummu. Sesungguhnya mereka jatuh dalam perangkap Huyay bin Akhtab. Masuklah ke dalam Islam, Rasulullah memilihmu untuk dirinya."

Ibnu Saiyah juga terus menjelaskan tentang ajaran Islam kepada Raihanah. Raihanah yang mendapatkan penjelasan ajaran Islam kemudian setuju untuk masuk Islam. Hal itupun kemudian membuat Rasulullah begitu senang. 

Beliau kemudian menyuruh ia pergi ke rumah Ummul Mundzir binti Qais hingga suci dari haidnya. Rasulullah kemudian menawarkan dua pilihan terhadap Raihanah. Pilihan tersebut yakni dimerdekakan serta dinikahi atau sebaliknya menjadi seorang pembantu. Akhirnya Raihanah pun menjadi istri Rasulullah. Rasulullah menikah dengan Raihanah pada bulan Muharram enam Hijriyah.

Baca Juga : Makin Moncer, Nangkula Park Berpeluang Harumkan Nama Tulungagung di Tingkat Provinsi

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Raihanah berkata "Rasulullah masuk untuk menemuiku. Aku menjauh darinya karena merasa malu. Rasulullah menundukkanku dan berkata ' jika kamu memilih Allah dan Rasul-Nya, Rasulullah akan memilihmu untuknya,".

Raihanah kemudian berkata, "Aku memilih Allah dan Rasulnya ketika aku masuk islam. Rasulullah memerdekakanku dan menikahi ku dengan mahar dua belas Dinar dan dua puluh dirham. Aku diberi mahar seperti istri-istri Rasulullah yang lainnya. Rasulullah menghabiskan malam pengantin bersamaku di ruang Ummul Mundzir. Aku diberi bagian hari seperti istri-istri yang lain, dan ia menyuruhku untuk memakai hijab."

Az-Zuhri berkata, "Raihanah adalah seroang pembantu perempuan Rasulullah yang dimerdekakan dan dinikahi oleh Rasulullah. Dia selalu memakai hijab dikeluarganya. Raihanah berkata, 'Tidak ada seorangpun yang melihat wajahku kecuali Rasulullah."

Sahabat MalangTIMES yang beriman, itulah tadi kisah yang diolah beberapa sumber, salah satunya YouTube Islam Populer. Gambaran kisah di atas kiranya memberikan pengetahuan yang itu diharapkan menambah kekaguman umat muslim kepada Rasulullah SAW dan utamanya menambah keimanan kepada Allah SWT. Sekian dulu dan jangan lupa nantikan kisah menarik lainnya hanya di MalangTIMES.com.

Topik
raihanah istri Nabi Muhammad SAW kisah raihanah ibnu saiyah

Berita Lainnya