Setubuhi Satu Keluarga, Dukun Gadungan di Blitar Dicokok Polisi | Blitar TIMES

Setubuhi Satu Keluarga, Dukun Gadungan di Blitar Dicokok Polisi

Jan 13, 2021 17:00
Pelaku Nur Huda si dukun gadungan diamankan di Mapolres Blitar
Pelaku Nur Huda si dukun gadungan diamankan di Mapolres Blitar

BLITARTIMES - Seorang dukun gadungan bernama bernama Nur Huda (43) ditangkap Satreskrim Polres Blitar. Pria warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar diamankan setelah terbukti melakukan aksi persetubuhan terhadap lima orang wanita yang masih satu keluarga. 

Modus operandi yang digunakan pelaku, kepada para korbannya dia mengaku bisa melakukan pengobatan alternatif. Dengan syarat korban harus mau disetubuhi untuk menghilangkan sakit miom yang diderita korban.

Baca Juga : Bawa Sabu dan Pil Inex, Warga Sumenep Diamankan Polisi

“Pelaku datang ke rumah korban pada tahun 2017. Dia datang untuk melakukan pengobatan alternatif sakit miom. Korban kemudian diminta membuka baju kemudian dipijat lalu disetubuhi," terang Kapolres Blitar,  AKBP Leonard M Sinambela, Rabu (13/1/2021).

Kepada korban, pelaku meminta agar tidak berobat di tempat lain, termasuk pengobatan medis. Pelaku meyakinkan, penyakit yang diderita korban akan semakin parah jika korban berobat di tempat lain. “Kejadian ini dilakukan berulang-ulang kali. Pelaku meminta korban datang berobat secara bertahap. Bahkan dari pemeriksaan yang dilakukan terungkap jika persetubuhan sudah dilakukan sebanyak 13 kali," jelasnya. 

Aksi bejat pelaku terbongkar saat korban yang baru berusia 16 tahun meminta uang kepada orang tuanya untuk berobat ke dokter. Karena merasa ada yang janggal, orang tua korban kemudian mendesak kepada korban untuk mengaku. “Nah, dari sinilah kemudian aksi persetubuhan itu terungkap. Pelaku kemudian dilaporkan ke polisi,” imbuh Kapolres. 

Setelah menerima laporan polisi langsung melakukan pendalaman. Setelah dilakukan pendalaman kemudian terungkap jika korbannya ternyata bukan hanya satu. Namun, tiga saudara kandung dan ibu kandung korban juga mengalami hal yang sama. Semua korban disetubuhi pelaku dengan modus yang sama. 

Baca Juga : Berprofesi Sebagai Penjual Sabu, Pria di Tulungagung Ditangkap Polisi

“Apa yang dilakukan tertutup rapat karena para korban tidak pernah saling bercerita soal aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku,” pungkas Leonard.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor  17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nompr 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Topik
Berita Blitar Dukun Palsu

Berita Lainnya