YN (tengah) saat dititipkan ke Tahanan Polres Tulungagung (ist)
YN (tengah) saat dititipkan ke Tahanan Polres Tulungagung (ist)

TULUNGAGUNGTIMES- Kejaksaan Negeri Tulungagung menahan mantan kepala Kantor Pos Cabang Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.

Pasalnya, pria yang diketahui bernama Yudi Nugroho (48) warga Jalan MT Haryono Kelurahan Bago ini diduga menggelapkan tabungan puluhan nasabah hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga : Tersangka dan BB Oknum Kepsek Kasus Pelecehan Seksual Akan Diserahkan ke Kejari Pekan Depan

Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung melalui Kasi Intelijen Agung Tri Radityo mengatakan, saat ini status YN sudah ditetapkan sebagai tersangka. YN dititipkan di tahanan Polres Tulungagung hingga 20 hari kedepan.

“Perhitungan dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi) kerugian sekitar Rp 566 juta,” ujar Agung.

Jumlah kerugian ini Rp 9 juta diantaranya merupakan kas perusahaan, sisanya merupakan uang 30 nasabah.

Modus yang dilakukan oleh YN adalah membawa buku tabungan nasabah. Nasabah yang percaya memberikan buku tabungan dan nomor pin (kode) pada tersangka, sehingga tersangka leluasa menguras uang puluhan korbannya.

“Nasabah ini menabung di Kantor Pos Cabang Campurdarat. Namun saat mau diambil uangnya (saldo) tidak ada,” kata Agung.

Korupsi yang dilakukan oleh YN mulai September 2016- November 2018. Serta mulai diselidiki pada bulan Februari 2020, dan penyidikan pada bulan Mei 2020.

Kasus ini awalnya dilaporkan oleh Kantor Pos, yang curiga ada transaksi keuangan yang mencurigakan.

“Ini penyelidikan dari bidang intelijen, karena ada perbuatan melawan hukum maka diserahkan ke Bidang Pidana Khusus (Kejaksaan Negeri),” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2021.

“Ancamanya 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Baca Juga : Yayasan Sosial di Kedungkandang Ini Ditipu Pria Tua yang Mengaku Donatur

Sementara itu Penasehat Hukum tersangka, Bambang Suhandoko menuturkan, dirinya ditunjuk untuk mendampingi saat pemeriksaan tersangka.

Dirinya belum bisa memberikan kepastian apakah akan mendampingi tersangka dalam persidangan nanti.

“Dalam perjalanan nanti kita jajaki dulu, apakah memungkinkan untuk didampingi dalam sidangnya,” kata Bambang.

Menurut Bambang, YN pasrah dengan kondisinya saat ini.

Disinggung penggunaan uang yang dikorupsi oleh YN, dari pengakuan YN pada dirinya, uang itu habis untuk membayar utang.

“Kalau menurut pengakuanya untuk tutup lubang gali lubang,” jelas Bambang.