Pjs Bupati Blitar Budi Santosa (paling kiri)  saat menyampaikan paparan dalam talk show bersama Dinas Kominfo Jatim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pjs Bupati Blitar Budi Santosa (paling kiri) saat menyampaikan paparan dalam talk show bersama Dinas Kominfo Jatim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Blitar Budi Santosa mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Agro Wisata untuk bisa bertahan dan lebih cepat beradaptasi serta menciptakan inovasi baru di tengah pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan Budi Santosa saat mengikuti talkshow “Membangun Ketahanan Ekonomi Berbasis UMKM dan Agro Wisata di Masa Pandemi Covid-19”, Selasa (24/11/2020) yang digelar Dinas Kominfo Jawa Timur di Agro Wisata Belimbing Karangsari, Kota Blitar.

Baca Juga : Setoran Pajak Hotel Lampaui Target, Sumbang PAD Kabupaten Malang Rp 1,7 Miliar

Menurutnya, salah satu adaptasi dan inovasi yang harus dilakukan pelaku UMKM saat ini adalah dengan kreativitas memanfaatkan Marketing Online. “Masyarakat harus aktif menciptakan usaha, berwirausaha dan menciptakan Marketing Online agar tetap eksis di masa pandemi,” ungkap Budi.

Pjs Bupati menambahkan, salah satu kunci membangkitkan perekonomian daerah di masa pandemi ini adalah dengan kewirausahaan dan Agro Wisata. Dalam hal ini Pemkab Blitar sangat getol membumikan kewirausahaan di Blitar dengan aktif menggelar pelatihan-pelatihan. 

Sementara untuk sektor Agro Wisata lanjut Budi, Pemkab Blitar terus mengembangkan sektor wisata untuk menarik minat wisatawan datang ke Kabupaten Blitar. 

“Pandemi ini kan lama, jadi harus ada recovery (pemulihan) ekonomi melalui UMKM dan Agro Wisata. Nah, untuk Agro Wisata ini terus kita kembangkan, Sirah Kencong dan tempat wisata lain terus kita perbaiki. Kemudian yang belum agro kita agrokan agar menjadi wisata. Potensi Blitar ini sangat luar biasa dan sangat potensial dikembangkan agro wisata,” terangnya.

Dikatakannya, Agro Wisata terus dikembangkan di Kabupaten Blitar. Ya, Agro Wisata adalah embrio yang akan menelurkan inovasi-inovasi berupa UMKM.  “Di sini UMKM-UMKM yang ada harus terus berkembang. Bagaimana packagingnya, bagaimana produknya harus berdaya saing dan marketingnya. Untuk Marketing-nya bisa kita kerja sama dengan Bukalapak dan lainnya,” imbuhnya.

Pembangunan berkelanjutan seperti jalur lintas selatan (JLS) diharapkan akan memunculkan komunitas-komunitas baru. Di samping itu, Pjs Bupati juga mendorong kewirausahaan melalui lembaga pondok pesantren. 

“Koperasi harus dibangun di pesantren. Setelah itu UMKM maupun perdagangan akan memberikan pelatihan-pelatihan dan inovasi, santri akan dididik entrepreneur. Sehingga nantinya santri bisa ternak lele, ternak koi dan sebagainya. Pesantren menciptakan santri yang berkualitas, mereka tidak akan jadi kapitalis murni tapi kapitalis syariah,” tandasnya. 

Baca Juga : 2021, Kota Malang Dapat Alokasi Anggaran dari Jatim Lebih dari Rp 7 Miliar

Sekedar diketahui, Talkshow “Membangun Ketahanan Ekonomi Berbasis UMKM dan Agro Wisata di Masa Pandemi Covid-19” kali ini menghadirkan beberapa narasumber. Selain Pjs Bupati Blitar Budi Santosa, talkshow kali ini juga menghadirkan Pjs Wali Kota Blitar Jumadi dan Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Beni Sampirwanto. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Beni Sampirwanto menyampaikan, di masa pandemi ini ada sebagian UMKM yang jatuh dan ada sebagian UMKM yang bertahan dan meningkat omsetnya. Dalam hal ini Dinas Kominfo Jatim mendorong kepada seluruh UMKM  untuk meningkatkan penghasilan melalui pemanfaatan teknologi.

“Dengan pemanfaatan teknologi kami mendorong agar di masa pandemi ini pemasaran tidak menjadi kendala. sehingga produksi dan omset bisa meningkat,” kata Beni.

Beni menambahkan, secara umum penguasaan masyarakat Jawa Timur terhadap komputer sudah cukup baik. Disamping itu akses internet di Jawa Timur sudah cukup merata. Dalam hal ini lanjut dia, yang perlu ditingkatkan adalah manajemen usaha agar bidang usaha UMKM yang dijalankan bisa semakin berkembang.

“Kominfo berupaya untuk mendorong itu semua. Jadi kami itu sebelum pandemi aktif memberikan pelatihan setiap tahun 3 kali dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Dan sekarang ini di era pandemi ini kita gelar pelatihan bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Jawa Timur, frekuensi pelatihanya sama, tapi jumlah yag dilatih menjadi 750 sampai 1.000 karena kapasitas melatih kita sapai 1.000,” pungkasnya.(Adv/Kmf)