Christine Hakim dan Olga Lydia (Foto: IST)
Christine Hakim dan Olga Lydia (Foto: IST)

Kasus Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab rupanya juga mencuri perhatian sejumlah tokoh perempuan Indonesia. Mereka yang tergabung dalam Perempuan Garda Nusantara menyampaikan pernyataan sikap terkait Rizieq Shihab.  

Perempuan Garda Nusantara ini antara lain beranggotakan analis militer dan pertahanan Dr Connie Rahakundini Bakrie, pakar hukum Prof Dr Harkristuti Harkrisnowo, aktivis sosial Maryuna Nasution, aktris senior Christine Hakim, Olga Lydia, Heni Supolo, dan beberapa tokoh perempuan lainnya.

Baca Juga : Entaskan Persoalan Petani, Bupati Banyuwangi Azwar Anas Gandeng Grab Indonesia

Mereka lantas meminta pemerintah untuk bertindak tegas dan cepat dalam mengatasi persoalan bangsa. Mulai dari pandemi Covid-19, hingga radikalisme yang mengancam keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa.  

Tuntutan itu disampaikan Perempuan Garda Nusantara melalui keterangan tertulis pada Sabtu (28/11/2020).  

Sebagai presiden, Jokowi harus mampu memperhatikan dan mengukur (sense of security) masyarakat, terutama kaum ibu yang mengkhawatirkan masa depan anak dan cucu mereka. "Keraguan negara tercermin dari cederanya objek vital nasional serta pembangkangan tokoh ormas dalam mengumpulkan massa di tengah pandemi COVID-19, serta menimbulkan gejolak dalam bentuk ancaman dan ujaran kebencian," kata Connie.

Seperti beberapa waktu lalu, sejumlah fasilitas di terminal 3 Bandara Soetta, mengalami kerusakan sebagai dampak kerumunan FPI untuk menyambut kedatangan Rizieq Shihab. Kerumunan massa itu kembali terjadi di beberapa acara yang dihadiri Rizieq Shihab. Bahkan dari kerumunan tersebut justru telah menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.  

"Tuntutan kedua, negara harus hadir dengan tegak dan utuh dalam menjamin terkendalinya haluan negara. Negara harus dapat membuktikan terciptanya ketertiban dan keamanan nasional dari kendala yang terus memompa ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Connie.

Baca Juga : Suarakan Penolakan FPI dan Rizieq Shihab, Aliansi Jogo Malang Nyatakan Lima Sikap

Harkristuti juga menambahkan, bahwa negara harus bisa membuktikan kehadiranya dengan lebih tegas, konsisten dan terukur dalam bertindak. Bahkan, mereka juga menunggu soal reshuffle atau perombakan dalam kabinet Indonesia Maju.  

"Kami sangat mendukung usaha-usaha untuk me-'reshuffle' Kabinet Indonesia Maju, dan juga lembaga-lembaga pemerintah demi efektivitas kerja Presiden dalam menjalankan kebijakannya. Terutama pada aspek penanganan intoleransi, radikalisme dan separatisme, serta penegakan protokol kesehatan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Harkristuti.