Apel dan deklarasi Perempuan Pengawas Pilkada Serentak tTahun 2020 digelar di lapangan kenanga
Apel dan deklarasi Perempuan Pengawas Pilkada Serentak tTahun 2020 digelar di lapangan kenanga

Awan hitam menyaput langit, Kamis (26/11/2020) di kawasan Lapangan Kenanga, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Tapi, kondisi mendung itu tidak menyurutkan semangat puluhan Srikandi Pengawas dari jajaran Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Desa/Kelurahan se-Kabupaten Blitar. Mereka semangat mengikuti apel dan deklarasi Perempuan Pengawas Pilkada Serentak Tahun 2020. Demi meneguhkan komitmen untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengawas pemilihan. 

Baca Juga : Evaluasi Smart City, Pjs Bupati Blitar Optimis Akan Terus Lahir Inovasi Hebat

Apel dimulai tepat pukul 14.00 WIB dengan Inspektur Apel Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin. Pasukan disiapkan oleh Komandan Apel Siti Mualifah, anggota Panwaslu Kecamatan Wlingi. 

“Apel ini meneguhkan komitmen Bawaslu tentang bagaimana eksistensi perempuan bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pengawas pemilihan dalam Pilkada 2020,” kata Hakam. 

Selama apel berlangsung, giat berlangsung khidmat. Langit hitam pun, enggan menitikkan air hujan sampai deklarasi yang dibacakan Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria, diikuti peserta kelar.

Enam poin Deklarasi Perempuan Pengawas Pilkada 2020 se-Jawa Timur lantang dibacakan oleh Srikandi Pengawasan di Bawaslu Blitar ini. 

Yakni, “Kami perempuan pengawas pemilihan serentak 2020 se-Jawa Timur, dengan ini menyatakan bahwa akan senantiasa : (1) Menegakkan kode etik dan pedomam perilaku penyelenggara pemilihan, dengan bekerja professional, independen, dan berintegritas; (2) Mendorong pengarusutamaan gender dan keterwakilan perempuan melalui penguatan budaya kerja pengawasan serta inisiatif kebijakan lembaga yang responsive gender; (3) Menolak segala bentuk intimidasi dan kekerasan yang mencederai semangat penyelenggaraan pemilihan yang berkualitas dan bermartabat; (4) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilihan, khususnya perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya; (5) Menjunjung tinggi supremasi hukum dalam penyelenggaraan pemilihan yang berkeadilan; (6) Mewujudkan penyelenggaraan pemilihan yang aman, damai, lancar, bersih, dan sehat.”

Tak hanya semangat dalam mengikuti deklarasi, sesaat sebelum mendengarkan amanat Inspektur Apel, para peserta pun meneriakkan yel-yel. 

“Siapa kita?! Srikandi Pengawas Pemilihan!” demikian bersahut-sahutan. 

Baca Juga : Puskesmas Grujugan Bondowoso Lockdown Lagi, Layanan Dialihkan

“Selama ini, perempuan banyak dipandang sebelah mata hanya berkutat di urusan domestik. Namun saat ini tak lagi. Perempuan bisa menempatkan dirinya di urusan ketatanegaraan dan diharapkan bisa ikut menentukan arah bangsa dengan peran perempuan yang lebih banyak. Ini dibuktikan dengan semakin meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan pengawas yang ada,” kata Hakam.

Hakam berharap, peran Srikandi Bawaslu untuk melakukan pengawasan Pilkada Seerntak 2020 bisa berjalan dengan baik. “Dan bisa mendorong serta mengajak perempuan lainya untuk ikut melakukan pengawasan partisipatif pada pemilihan,” tandas Hakam (Adv).