Tiga pelaku curanmor dan satu penadah diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Tiga pelaku curanmor dan satu penadah diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota

Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap komplotan spesialis kencaraan bermotor. Tiga orang pelaku dan satu orang penadah diamankan dari ungkap kasus ini. 

Ketiga pelaku itu yakni Ediono (41) warga Ringinanom Kecamatan Udanawu, Mesyianto (30) dan Agus Ariyanto (38) warga Desa Modangan Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sedangkan seorang penadah Agustono (32) diketahui adalah warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Baca Juga : Polsek Gampeng Rejo Amankan Ratusan Obat Terlarang dan Alat Hisap Sabu

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, ketiga pelaku merupakan sindikat curanmor spesialis pinggir persawahan dan kebun. Para pelaku melancarkan aksinya saat pemilik kendaraan sedang beraktivitas di sawah dan kebun. 

“Pelaku adalah sindikat dengan spesialisasi TKP di persawahan dan kebun. Dari hasil ungkap kasus ini, kami pberhasil mengamankan barang bukti 7 sepeda motor. Lima merupakan motor hasil curian, dan dua merupakan motor yang yang digunakan untuk melancarkan aksi,” jelas Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, Senin (23/11/2020). 

“Pelaku melancarkan modus operandi dengan cara hunting menelusuri wilayah kebun dan persawahan. Mereka mencari masyarakat yang sedang bekerja dan dan memarkir kendaraannya di pinggir persawahan atau kebun. Terkadang, ada petani yang meninggalkan motornya tanpa melepas kunci motor, motor ditinggal begitu saja,” paparnya. 

Saat diperiksa polisi, para pelaku mengaku kelima motor tersebut merupakan hasil kejahatan selama tiga bulan terakhir. Mereka melancarkan aksi pencurian di persawahan dan kebun di wilayah Blitar barat tepatnya di wilayah Kecamatan Wonodadi dan Udanawu. Motor hasil curian tersebut diserahkan kepada penadah yang berasal dari Kediri. 

Baca Juga : Awas, Begal Payudara Mencari Mangsa, Pelaku Nekat Meski Korban Dekat Suami

“Keempat pelaku dijerat dengan pasal berbeda. Diantaranya pasal 363 KUHP, 362 KUHP dan 480 KUHP,” pungkas Leonard.