Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, telah memetakan sejumlah wilayah kecamatan rawan bencana longsor. 

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG, menyebutkan, diakhir tahun dan awal tahun baru akan terjadi curah hujan tinggi dan perubahan iklim yang sangat cepat akibat dari pengaruh fenomena La Nina. 

Baca Juga : Jelang Pilkada Gelar Khotmil Qur'an, Plt. Bupati: Agar Kondusivitas Jember Terjaga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Achmad Cholik, mengungkapkan, antipasi bencana tanah longsor telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Diantaranya BPBD sudah melakukan sejumlah mitigasi kebencanaan, baik sosialisasi maupun bimbingan teknis kepada stakeholder, relawan maupun masyarakat. 

“Sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut kami sudah melakukan sejumlah mitigasi bencana,” ungkap Cholik. 

Dikatakannya juga, BPBD Kabupaten Blitar telah memetakan daerah rawan bencana tanah longsor di wilayahnya. 

Berdasarkan pemetaan ada 10 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana longsor. Yakni  Garum, Gandusari, Doko, Wlingi, Kesamben, Selorejo, Bakung, Wates, Panggungrejo dan Kademangan.

“Kesepuluh daerah tersebut masuk kategori rawan karena merupakan daerah perbukitan. Daerah tersebut sering terjadi musibah tanah longsor,” imbuhnya.

Baca Juga : UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Dinsos Jatim Luluskan 20 Klien

Lanjutnya, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di masa perubahan cuaca ekstrem. Di samping imbauan untuk tidak panik, warga juga diimbau untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak panik. Imbauan ini bisa dijadikan referensi supaya mereka terus siaga dan waspada terutama saat hujan lebat disertai kilat melanda,” pungkasnya.