Seminar  “Penguatan Kapasitas Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Desa Salamrejo' sukses digelar Unisba Blitar.
Seminar “Penguatan Kapasitas Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Desa Salamrejo' sukses digelar Unisba Blitar.

Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar bekerja sama dengan Pemerintah Desa Salamrejo, Kecamatan Binangun, Kabupaten  Blitar, menggelar seminar dengan tema “Penguatan Kapasitas Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Desa Salamrejo”, Senin (16/11/2020).

Seminar ini diikuti 20 peserta yang berasal dari anggota PKK Desa Salamrejo. Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Novita Setyoningrum SH MKn (dosen Ilmu Administrasi Negara Unisba Blitar), Fandi Sudiasmo SSos MSi (dosen Sosiologi Unisba Blitar), dan Sutowo SSos MAP (dosen Ilmu Administrasi Negara Unisba Blitar). 

Baca Juga : Unisba-KPU Kota Blitar Gelar Inagurasi Sekolah Demokrasi Angkatan I

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan partisipasi perempuan dalam pembangunan di Desa. Seminat ini juga memberi gambaran tentang kapasitas partisipasi perempuan di desa,” ungkap Sutowo. 

Dikatakannya, digelarnya seminar ini dilatarbelakangi masih kecilnya gaung dan partisipasi perempuan di bidang pembangunan pedesaan. Rendahnya partisipasi kaum hawa  berdampak pada masih adanya kesenjangan laki-laki dan perempuan dalam pembangunan. Baik partisipasi, akses, kontrol serta manfaat.

“Seminar ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat Unisba Blitar. Kami berharap melalui seminar ini bisa meningkatkan kualitas perempuan sehingga bisa berpartisipasi aktif di semua aspek pembangunan,” tukasnya. 

Lebih dalam Sutowo menyampaikan, sudah saatnya para perempuan mengubah pola pikir untuk lebih peka terhadap kemajuan zaman. Keterwakilan perempuan di bidang pembangunan pedesaan saat ini sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Ingin Beri Kontribusi Lebih Bagi Pembangunan Daerah, Unikama Jalin MoU dengan Pemkot Batu

“ Untuk itu, perlu adanya persiapan khusus yang membekali perempuan agar mengerti dan memahami hak serta tanggung jawabnya ketika menjadi stakeholder dan agen pembangunan,” pungkasnya.