Seorang janda kerja jadi pembantu (Foto: YouTube JatimTIMES)
Seorang janda kerja jadi pembantu (Foto: YouTube JatimTIMES)

Eposide Ngedum Ojir kali ini datang dari kawasan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Kisah haru datang dari seorang janda yang rela bekerja sebagai pembantu di empat rumah sekaligus. Hal itu ia lakukan demi membiayai sekolah sang anak.  

Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus yang ditemani Manager Area Lumajang TIMES Abdul Fatah, berada di Dusun Sekar Putih, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Keduanya akan mengunjungi rumah dari Mujiati.  

Baca Juga : Tak Tegakkan Protokol Kesehatan di Acara Rizieq, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot

 

Diceritakan Abdul Fatah, Mujiati merupakan seorang janda dua anak. Untuk menuju rumah Mujiati, Firdaus dan Fatah harus melewati gang-gang kecil. Tiba di rumah Mujiati, terlihat kondisi rumah yang sangat kecil dan sederhana. Bahkan, terlihat kondisi atap yang sudah rusak.  

Mujiarti lantas mengatakan, jika ia tinggal bersama kedua anaknya. Namun, Mujiarti menceritakan jika satu anaknya memilih untuk tidak sekolah.  

"Yang kecil nggak mau sekolah, milih kerja," ujar Mujiarti.

Mujiarti lantas menceritakan jika anak keduanya itu tinggal selangkah lagi untuk bisa lulus SMP. Namun, saat mendekati ujian akhir ia tetap memilih untuk tidak melanjutkan sekolah.  

"Mau lulus SMP, minta berhenti. Ujian akhir itu mau keluar," ceritanya.  

Akhirnya ia memilih untuk bekerja di tempat etalase. Mujiarti lalu mengatakan, jika ia bekerja di empat rumah sebagai buruh setrika. Ia mulai bekerja pukul 07.00 WIB sampai selesai.  

Fatah pun lantas menanyakan berapa upah yang Mujiarti dapatkan dari satu rumah. "Kadang Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, nggak mesti," ceritanya.  

Dengan penghasilan itu, Mujiarti mengatakan, jika terkadang uang yang ia dapat tidak cukup. Terlebih dengan kondisi Covid-19 saat ini, kebutuhan anaknya untuk sekolah lebih banyak. Lantaran memerlukan uang untuk praktik dan sekolah daring juga memerlukan biaya kuota data.

Selain itu, Mujiarti juga mendapatkan tambahan bantuan dari PKH senilai Rp 500 ribu dalam tiga bulan sekali.

Firdaus pun lantas meminta izin untuk melihat-lihat kondisi rumah Mujiarti. Terlihat kondisi kamar mandi yang kecil dan tidak ada pintunya. Sementara kondisi dapur juga terlihat berantakan.  

Baca Juga : Saat Abu Janda Tagih Janji ke Mahfud MD: Jangan Kalah Berani Sama Nikita Mirzani!

 

Fatah dan Firdaus lantas memberikan bantuan kepada Mujiarti senilai Rp 1 juta.  

"Ini dari JatimTimes, mudah-mudahan bermanfaat," ujar Fatah.  

Menerima bantuan tersebut, Mujiarti mengucapkan terima kasih.  

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan. Serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.