DLH Kabupaten Blitar saat monev di Bank Sampah Bacem Berseri di Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
DLH Kabupaten Blitar saat monev di Bank Sampah Bacem Berseri di Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan di wilayahnya. 

Salah satunya dengan memprakarsai lahirnya bank sampah-bank sampah baru yang tersebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga : Tingkatkan Capaian Dokumen Akta, Dispendukcapil Kabupaten Blitar Ciptakan Inovasi Baru

 

Seiring waktu perkembangan Bank Sampah ini semakin menggeliat. Prospek kerja Bank Sampah yang baik tak lepas dari pembinaan dan pendampingan yang gencar dilakukan DLH Kabupaten Blitar. Pembinaan dan pendampingan seperti Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan pada Senin (16/11/2020). 

Kepala Seksi (Kasi) Pengolahan dan Pemrosesan Persampahan DLH Kabupaten Blitar Eko Harnanto, mengungkapkan, monev kali ini dilaksanakan DLH dengan menyasar 14 Bank Sampah di 7 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Garum, Selorejo, Kanigoro, Kesamben, Sutojayan, Kademangan dan Wonodadi. 

Bank Sampah yang menjadi sasaran monev ini adalah Bank Sampah rintisan atau Bank Sampah yang baru dibentuk dan baru memulai kegiatanya.

“Melalui monev ini kita berikan motivasi kepada pengurus dan anggota. Sehingga harapanya Bank Sampah rintisan ini ke depan semakin berkembang. Karena apa? Di situasi pandemi ini produksi sampah tidak berhenti, sehingga kita berikan semangat dan motivasi agar Bank Sampah ini ke depan kualitasnya semakin meningkat, anggotanya semakin banyak,” kata Eko kepada BLITARTIMES. 

Dikatakannya, dari monev ini DLH juga memberikan edukasi kepada pengurus dan anggota Bank Sampah agar semakin mengetahui fungsi, peran dan manfaat Bank Sampah. Sehingga ke depan masyarakat bisa mengelola sampah dengan bijak.  Pengelolaan sampah yang baik akan berdampak terhadap lingkungan yang bersih, asri dan lestari. 

“Dengan mengetahui apa itu Bank Sampah, akan membuat Bank Sampah ini cepat berkembang. Serta pengelolaan sampah dari sumbernya, sampah yang dikirim ke Bank Sampah sudah dipilah sehingga harga di Bank Sampah itu bisa naik dan menambah pendapatan keluarga dan tentunya lingkungan menjadi lebih bersih,” tukasnya. 

Lebih dalam Eko menyampaikan, monev Bank Sampah diaksanakan DLH Kabupaten Blitar secara bertahap. Dari monev ini DLH berkesimpulan bahwa sejauh ini perkembangan Bank Sampah rintisan di Kabupaten Blitar memiliki progres yang cukup baik.

“Perkembangan Bank Sampah cukup menggembirakan. Sudah banyak nasabah yang menabung sampah di Bank Sampah yang masih rintisan. Kami berterimakasih kepada pemerintah desa/kelurahan yang terus memberikan dukungan dan motivasi kepada Bank Sampah rintisan. Harapan kami ke depan pemerintah desa/kelurahan bisa memberikan bantuan sarana dan prasarana dan fasilitasi pelatihan kepada Bank Sampah rintisan sehingga bisa semakin berkembang,” imbuhnya.

Monev yang dilaksanakan DLH disambut antusias oleh pemerintah desa/kelurahan dan pengurus serta anggota Bank Sampah. 

Sambutan seperti di Bank Sampah Bacem Berseri di Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan. Betti selaku Ketua Bank Sampah Bacem Berseri mengatakan, kunjungan dalam rangka monev ini memberikan motivasi kepada pengurus dan anggota Bank Sampah di desanya.

Baca Juga : Volume Sampah Tinggi, Pemkot Malang Bangun Dua TPS Baru

 

“Monev ini memberikan tambahan energi kepada kami untuk terus mengembangkan Bank Sampah. Dari lingkup RW ini cita-cita kami bisa menyebar luas hingga satu desa. Semoga keberadaan Bank Sampah ini bisa mendorong pengelolaan persampahan di desa kami semakin baik,” katanya.

Ya, meski masih baru Bank Sampah di Desa Bacem mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat.

Didirikan sejak bulan Oktober 2020, Pemerintah Desa Bacem memberikan perhatian melalui bantuan sarana dan prasarana dan peralatan Bank Sampah. Pemdes juga membantu mensosialisasikan Bank Sampah ini kepada tokoh masyarakat, ketua RT dan ketua RW di Desa Bacem.

“Kita gandeng seluruh elemen untuk ikut memajukan Bank Sampah,” terang Kasi Kesra Desa Bacem, Makmum Rois. 

Dia menambahkan, dalam mengembangkan Bank Sampah, Pemdes Bacem berencana akan membuat pelatihan kepada pengurus dan anggota Bank Sampah.

"Dari Bank Sampah ini kita ingin nanti muncul produk-produk kerajinan yang bisa menambah dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Adv/Kmf)