Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Luhur Sejati.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Luhur Sejati.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)

Kesadaran mengurus administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Blitar semakin meningkat. Meski telah mengalami kemajuan yang pesat, namun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, tak berhenti berinovasi. 

Inovasi demi inovasi terus dilakukan. Diantaranya, Dispendukcapil Kabupaten Blitar berencana meluncurkan kepengurusan akta kelahiran satu paket dengan kartu identitas anak (KIA). 

Baca Juga : Dispendukcapil Sebar Undangan Perekaman, Target Akhir Desember Pemula Miliki KTP

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Luhur Sejati, mengungkapkan, capaian akta di Kabupaten Blitar hingga saat ini masih berada dikisaran 88 persen. Diharapkan dengan inovasi yang akan dilakukan bisa meningkatkan persentase capaian akta diangka 92 persen. Upaya meningkatkan capaian akta kelahiran terus dilakukan, misalnya dengan inovasi kerjasama dengan lembaga pendidikan. 

“Kita tetap kerjasama dengan lembaga pendidikan. Bagi siswa TK dan SD yang belum punya akta kelahiran, kita akan jemput bola ke lembaga pendidikan. Kita akan bantu mereka sesuai dengan mekanisme yang ada hingga mereka nanti memiliki akta kelahiran,” ungkap Luhur Sejati. 

Dikatakannya, untuk meningkatkan capaian akta kelahiran, nantinya Dispendukcapil Kabupaten Blitar akan menjadikan pengurusanya satu paket dengan KIA. 

“Akta kelahiran dapat dan KIA juga dapat. Dua-duanya nanti akan kita lakukan dan proses di waktu yang bersamaan,” paparnya.

Lanjutnya, selain akta kelahiran dan akta kematian, Dispendukcapil Kabupaten Blitar juga terus melakukan percepatan capaian dokumen kependudukan lainya. Diantaranya, akta kematian, akta pengesahan anak, akta pengangkatan anak dan lainya. 

Dispendukcapil Kabupaten Blitar juga terus berupaya memecahkan kendala-kendala di masyarakat terkait pengurusan dokumen adminduk. Kerjasama dengan lembaga pendidikan dan lembaga kemasyarakatan diharapkan dapat semakin mempermudah pengurusan dokumen adminduk. 

Baca Juga : 250 Penyandang Disabilitas Dapatkan Pelayanan Terapi dari Dinsos-P3AP2KB

“Persyaratan urus akta ini semakin mudah. Contoh, bapak-ibunya ada di luar negeri, cara ngurusnya bagaimana? Akta bisa diajukan oleh kakek atau neneknya, karena masih satu pertalian darah. Untuk surat nikah orang tuanya kan pasti ada di rumah, tidak mungkin dibawa ke luar negeri. Ke luar negeri hanya bawa paspor. Sekarang tak ada lagi istilah ngurus adminduk itu sulit. Target kami adalah melayani. Kata sulit jangan sampai jadi merek, tapi kata sulit kita kikis sehingga menjadi mudah. Adminduk harus cepat, dekat dan ora ragat, gratis semuanya,” terang Luhur. 

Program dan terobosan inovatif Dispendukcapil Kabupaten Blitar benar-benar dirasakan manfaat dan kemudahanya oleh masyarakat. Ya, trend mengurus dokumen adminduk di Kabupaten Blitar semakin naik dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat yang datang di pelayanan jemput bola dan pelayanan di kantor kecamatan. 

“Indikator lainya, orang yang cetak e-KTP terus mengalami kenaikan. Indikatornya sekarang ada sekitar 140 orang yang ngurus e-KTP. Dengan pola kesederhanaan, cepat, dekat dan ora ragat ini membuat orang semakin antusias ngurus dokumen kependudukanya. Di Kabupaten Blitar jangan ada lagi orang yang tak punya KTP, KK dan akta hanya gara-gara ngurus adminduk itu sulit. Tugas kami sudah tidak membuat jadi sulit lagi, tapi semuanya jadi mudah,” pungkasnya (Adv).