Debat publik kedua pilkada Kota Blitar digelar di Kota Surabaya.
Debat publik kedua pilkada Kota Blitar digelar di Kota Surabaya.

Pengamat politik dari Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar Hery Basuki  menilai pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Blitar nomor urut 1 Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto lebih unggul dalam debat publik kedua yang dilaksanakan KPU Kota Blitar pada  Selasa (10/11/2020).

Dikatakan Hery, dalam debat yang digelar di studio TVRI di Surabaya tersebut, masing-masing paslon berupaya tampil maksimal dengan memperbaiki performanya. Namun demikian, Henry-Yasin tampil lebih trengginas dengan memaparkan program masa depan bagi Kota Blitar di bidang tata pemerintahan, yakni Blitar Kota Digital. 

Baca Juga : Achmad Fauzi Ingin Sejahterakan Guru Ngaji dan Honorer di Sumenep

Melalui Blitar Kota Digital, paslon Henry-Yasin yang diusung PKB, Golkar, PKS dan Nasdem memaparkan program pelayanan publik yang bersih dan tidak korupsi. Dengan digitalisasi, pelayanan publik dijanjikan lebih cepat, murah, mudah dan akuntabel.

“Program yang ditawarkan secara IT ini program masa depan bagi Kota Blitar. Karena apa? Daerah lain sudah melakukanya, sementara Kota Blitar belum. Dari kacamata akademisi, kami melihat program ini memiliki prospek bagus dan memberikan masa depan cerah untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Blitar,” ungkap Hery Basuki, Kamis (12/11/2020).

Sementara di kubu pasangan nomor urut 2, Hery melihat paslon Santoso-Tjujuk yang diusung PDIP, Gerindra, Hanura, Demokrat dan PPP terkesan memaparkan program yang terkesan konservatif dan normatif. 

“Program pasangan nomor urut 2 ini, bagi kalangan milenial terkesan normatif konservatif. Bagi generasi milenial yang cerdas dan kritis, normatif konservatif ini bukan pilihan mereka. Anak muda ingin perubahan besar. Yang tidak dipertimbangkan di sini, tahun 2020 ini adalah tahun mulai munculnya bonus demografi. Dicirikan munculnya tenaga kerja baru,” terangnya.

Hery menambahkan, populasi pemilih milenial terindikasi meningkat di tahun 2020. Hal inilah yang membuat pasangan Henry-Yasin selangkah didepan. Ya, program-program milenial seperti Blitar Kota Digital diyakini bakal membuat pasangan ini mendapat banjir dukungan dari masyarakat. 

Baca Juga : Bantu Penuhi Gizi Anak, Paslon LaDub Programkan Susu Gratis Tiap Sabtu

“Nah, tampaknya paslon nomor 1 konsenya kepada kelompok-kelompok milenial. Ini tampak dari jargonya Gaspol. Performanya juga lebih agresif, responsif dan ofensif,” jlentrehnya. 

Lebih dalam Hery menyampaikan, secara keseluruhan di debat publik kedua paslon Henry-Yasin tampil bagus dengan tetap mempertahankan performa seperti di debat publik pertama. Kondisi ini membuat paslon nomor urut 2 Santoso-Tjujuk memperbaiki performa dan mengejar skor di debat publik ketiga atau session debat publik terakhir. 

“Paslon nomor urut 2 selaku petahana tampil cukup percaya diri, tapi sayangnya mereka tampil dengan model-model klasik dan programnya kurang terobosan. Disini Henry-Yasin bisa meyakinkan pemilih tua jika mereka layak dipilih karena menjanjikan perubahan besar untuk Kota Blitar. Perlu diketahui, elektabilitas terangkat berkat harapan dari seseorang. Disinilah Henry-Yasin sukses menampilkan diri bahwa mereka layak dipilih warga Kota Blitar. Skor 2-0 bagi keunggulan paslon nomor urut 1,” pungkasnya.