Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Kisah mengenai seorang murtad atau yang mengingkari ajaran Islam bukan hanya terjadi di masa-masa sekarang saja, melainkan sudah ada sejak masa Rasulullah SAW. Salah satunya adalah kisah seorang laki-laki yang memutuskan masuk Islam, lalu kembali memeluk ajaran lain.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian yang diunggah di channel YouTube HidayahIndonesia menyampaikan, dalam hadits yang diriwayatkan Annas bin Malik, disebutkan jika ada seorang laki-laki Nasrani masuk Islam dan dia membaca surat Al-Baqarah dan Al-Imran di hadapan Rasulullah SAW. Diapun kemudian menjadi penulis wahyu.

Baca Juga : Muslim Wajib Tahu, Ini Perbuatan Sederhana yang Mampu Hapuskan Dosa

Namun setelah itu, dia murtad dari Islam dan dia menyebarkan isu tak benar. Pada saat dia selesai mengucapkan isu tak benar itu, diapun mati dan dikuburkan. Keesokan paginya, bumi mengeluarkan dan menolak jasadnya.

Maka orang-orang Nasrani mengatakan jika itu merupakan perbuatan Nabi Muhammad SAW yang tak rela dengan pria yang meninggalkan Islam itu. Mereka kemudian menggali dan mendalamkan kuburan tersebut agar susah dijangkau. 

Namun, besok paginya jasad itu keluar kembali. Lagi-lagi Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dituduh melakukan perbuatan tersebut.

Kemudian kuburan yang sangat dalam digali kembali dan di hari ke tiga tetap saja jasad itu dikeluarkan bumi. Maka mereka sadar jika itu bukan perbuatan manusia, melainkan perbuatan Allah SWT. Maka jasad orang murtad itu dibiarkan begitu saja.

Ustadz Khalid menyampaikan, makna yang bisa diambil dari kisah tersebut adalah untuk tidak menyepelekan masalah keyakinan. Maka setiap muslim memang selalu mengucapkan kalimat syahadat, lantaran takut perbuatannya membawanya sebagai orang yang kufur.

Baca Juga : Sering Dijadikan Bahan Karikatur, Ini Ciri Fisik Rasul Menurut Gus Baha

Khusus orang murtad menurutnya harus diberi peringatan tegas. Bahkan dalam negara Islam, yang bersangkutan bisa dikenai hukuman kepala dipenggal. Namun ketika bukan negara Islam, sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah.

Orang yang murtad dalam ajaran Islam bukanlah perbuatan yang harus dibiarkan. Karena itu mengingkari kebenaran dan harus diingatkan dengan keras. Mereka pun akan menerima balasan yang sangat pedih dari Allah SWT atas setiap perbuatan yang ia lakukan.

"Dan mereka akan menanggungnya di akhirat," terang Ustadz Khalid.