Armada buldoser baru  tiba di kantor DLH Kabupaten Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Armada buldoser baru tiba di kantor DLH Kabupaten Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus meningkatkan kualitas layanan pengelolaan persampahan di Kabupaten Blitar. Di antaranya dengan pengadaan armada tambahan berupa satu buldoser.

DLH menganggarkan pengadaan alat berat sampah berupa buldoser sebesar Rp 1,5 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di tahun anggaran 2020. Pengadaan buldoser tersebut berjalan lancar. Alat berat tersebut pun telah tiba di kantor DLH di Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro pada Senin (26/10/2020). 

Baca Juga : Banjir Keringat, Udara Panas Sergap Warga Tulungagung, Ini Penyebabnya

 

Alat berat tersebut akan dipergunakan untuk pemerataan sampah yang menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Sejauh ini di Kabupaten Blitar ada lima TPA yang tersebar di beberapa kecamatan diantaranya TPA Tegalasri di Kecamatan Wlingi, TPA Pagerwojo di Kecamatan Kesamben, TPA Sumberjo di Kecamatan Kademangan, TPA Jinglong di Kecamatan Sutojayan, dan TPA Kendalrejo di Kecamatan Srengat. 

“Keberadaan buldoser di TPA ini sangat penting. Memang kita sudah mengolah sampah dari sumbernya, meliputi sampah rumah tangga, sampah di pertokoan hingga sampah di lingkungan pasar. Sampah-sampah tersebut kita pilah dan olah agar tidak mencemari lingkungan. Namun demikian, residu harus dibuang ke TPA dan pengolahanya membutuhkan buldoser,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Blitar, D Ainu Rofiq.  

Dikatakannya, kebutuhan buldoser di instansi DLH sebenarnya butuh empat unit lagi agar pengelolaan persampahan benar-benar maksimal. Idealnya, satu TPA ada satu buldoser. Apabila anggaran mencukupi, DLH akan berupaya mengusulkan pengadaan buldoser lagi pada tahun anggaran 2021. 

“Tahun ini dengan DBHCHT kita mencicil satu buldoser. Sebenarnya yang sudah lama ada satu, buldoser warisan dari Dinas Pekerjaan Umum yang umurnya lebih dari 30 tahun. Namun idealnya satu TPA ada satu buldoser. Karena kalau mindah-mindah buldoser dari satu TPA ke TPA lainya butuh biaya besar, sekali ngangkut buldoser itu anggarannya tidak sedikit,” paparnya. 

Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pengolahan dan pemrosesan persampahan DLH Kabupaten Blitar, Eko Harnanto, menyampaikan hadirnya buldoser baru ini diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas pengolahan persampahan di Kabupaten Blitar secara cepat dan tepat sesuai standar operasional prosedur (SOP). 

Baca Juga : Dorong Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Persit Kodim 0808/Blitar Budidayakan Budikdamber

 

“Teknis penggunaanya nanti akan menyesuaikan TPA mana yang membutuhkan buldoser ini untuk pemerataan sampah yang menumpuk. Hadirnya alat generasi baru ini jelas akan membantu kami untuk menangani persampahan. Sebenarnya agar penanganan sampah di TPA itu benar-benar maksimal kita butuh ekskavator, tapi hadirnya buldoser ini sudah sangat membantu,” jelas Eko.

Lebih dalam Eko menyampaikan, pemerataan sampah di TPA  sangatlah penting dalam proses pengolahan persampahan. Dalam pemerataan ini dibutuhkan buldoser agar prosesnya cepat dan tepat sesuai dengan SOP. 

“Keberadaan buldoser ini vital untuk pengelolaan persampahan karena ada lima TPA yang kami tangani. Dengan buldoser ini tumpukan sampah yang ada di TPA bisa cepat kita tangani dengan cepat dan tepat sesuai dengan SOP,” pungkasnya.(Adv/Kmf)