salah seorang petugas saat merawat bayi rusa yang baru lahir (Joko Pramono for Jatim TIMES)
salah seorang petugas saat merawat bayi rusa yang baru lahir (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Kebun binatang mini di pendapa Tulungagung sepi pengunjung. Hal itu terjadi sejak merebaknya pandemi Covid-19 pada bulan April lalu. Padahal biasanya setiap hari Sabtu dan Minggu, selalu ada kunjungan ke kebun binatang mini di dalam pendapa Tulungagung.

Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Tulungagung Sony Welly Ahmadi, menuturkan, untuk kunjungan ke kebun binatang mini ini tidak dipungut biaya. Meski begitu sejak pandemi Covid-19, pengunjung kebun binatang mini ini menurun drastis.

Baca Juga : DPRD Sesalkan Bupati Banyuwangi Tak Temui Massa Demo, Ini Kata Azwar Anas

“Setiap hari Sabtu biasanya ada anak PAUD yang berkunjung, tapi sekarang tidak ada,” ujarnya.

Di kebun binatang mini yang ada sejak tahun 2003 ini, terdapat berbagai koleksi satwa. Ada 18 rusa Jawa, burung kaka tua, kasuari, merak, burung rangkok, landak, ayam mutiara, ikan, dan kura-kura.

Untuk pemeliharaan dan pembelian pakan koleksi satwa ini, Pemkab Tulungagung menggelontorkan Rp 10 juta tiap bulannya. Anggaran itu untuk pembelian pakan dan pembelian obat-obatan bagi satwa.

“Setiap bulanya kita anggarakan Rp 10 juta,” ujar Sony.

Pria berkacamata ini juga menjelaskan, untuk perawatan diserahkan pada Dinas Peternakan. Minimal, setiap 2 minggu sekali, tim kesehatan akan datang melihat kondisi satwa tersebut.

Disinggung izin untuk beberapa satwa dilindungi, seperti rangkok dan kakatua, Sony menuturkan sudah mengantongi izin dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam). Bahkan setiap bulan, BKSDA rutin mengecek kondisi satwa tersebut.

“BKSDA rutin melakukan pemeriksaan, termasuk kondisi kesehatan hewan,” ujarnya.

Baca Juga : Aturan Baru Pemasok di Tulungagung, Bantuan Beras Harus Ambil dari Bulog

Sebagai informasi, Kamis (15/10/20) lalu, koleksi rusa pendapa Tulugagung bertambah dengan kelahiran rusa betina di kandang.  Jumlah rusa di kandang pendapa pernah mencapai 40-an ekor. Lantaran kandang yang tidak mencukupi, sebagian rusa itu dipindahkan ke Telaga Buret di Kecamatan Campurdarat dan wisata Srabah di Kauman.